Kota Malang
Tingkatkan Pelayanan, PDAM Kota Malang Luncurkan Twuin Command Center

Memontum Kota Malang—PDAM Kota Malang, bakal cepat mengatasi problem dan keluhan pelanggan. Permasalahan terkait air PDAM akan termonitor di TWUIN (Total Water Utility Integreted) Command Center. Bahkan untuk monitoring dan cintrol dilakukan 24 jam penuh setiap harinya oleh staf dispatcter scada TCC (TWUIN Command Center). TCC PDAM Kota Malang ini diresmikan pada Kamis (13/12/2018) pukul 10.00, oleh Walikota Malang Drs Sutiaji dan PJS Direktur PDAM Anita Sari SH MH.
Dijelaskan bahwa TWUIN adalah sistem teknologi informasi yang terintegrasi dengan 4 modul utama. Yakni WIUN (Water Utility Integrated Network) yang terdiri atas menejemen aset, modul analisis monitoring spam , sistem kendali jarak jauh untuk tandon air, rumah pompa dan distrik meter area. Kedua CIS (Costumer Information System) yang terdiri atas billing system , sistem pencatatan meter pelanggan , sistem work order untuk menangani keluhan pelanggan.
Ketiga UAS (Utility Administration System) yang terdiri atas e Office, e-Finance, e-Inventory , menejemen lembur , HRD, LPSE dan e-Rab. Ke empat, yakni GIS (Geographical Information System) yang memetakan wilayah pelayanan PDAM Kota Malang , titik lokasi pelanggan dan aset-aset spam. Salah satunya yang akan terpantau cepat keberadaan lokasi pengaduan pelanggan, menampilkan di peta DMA untuk pelanggan yang mengadu airnya mati.

Untuk menunjang TCC, PDAM Kota Malang sudah memasang 250 unit instrumen terdiri dari meter induk produksi dan meter induk DMA, sensor water level reservoer dan Critical Point pressure di DMA. Instrumen tersebut akan mengirim data ke server PDAM Kota Malang untuk memudahkan monitoring dan control di layar video wall beserta kelengakapannya dinkantor PDAM Kota Malang.
Walikota Malang Drs Sutiaji mengatakan bahwa TCC PDAM Kota Malangbadalah inovasi baru yang efisien.
” Seiring dengan kemajuan, TWUIN akan terus dikembangkan. Nantinya akan banyak orang-orang yang akan belajar disini. Hak intelektualnya bisa didaftarkan. Tranfer pengetahuan ini akan ada nilainya hingga masuk kepada kami menjadi pundi pendapatan PDAM,” ujar Sutiaji.
TCC sudah dirintis beberapa tahun ini dan sudah teruji efektifitasnya. ” Kita sudah melacak efektifitasnya harus punya nilai efesiensi dan produktifitas tinggi. Sudah kami cek di lapangan. Begitu ada laporan di Command Center, segera ada tindakan. Untuk saat ini sudah tidak ada masalah dengan kesiapan debit air,” ujar Sutiaji.
Sementara itu PJS Direktur PDAM Anita Sari SH MH menjelaskan bahwa TCC adalah wujud era digital untuk semakin meningkatkan pelayanan. ” Kalau sekarang data terpusat di TCC hingga mudah memutuskan apa yang akan dilakukan jika terjadi permasalahan. Permasalayan akan cepat teratasi. Kedepannya kita bisa menentukan dimana saja jika terjadi titik kebocaran air,” ujar Anita. (gie/yan)















