Sumenep
Operator Merasa Dianaktirikan, Ploting Anggaran Bagi Operator Nihil
Memontum Sumenep – Perkembangan zaman telah menggeser pola kehidupan masyarakat. Tidak hanya dari satu sektor melainkan semua sektor telah berkembang mengikutinya. Tak terkecuali urusan keihlasan Dalam mengabdikan diri dimadrasah. Dimana hal ini menjadi titik tekan Dalam urusan belajar mengajar.
Seperti yang telah disampaikan Muhammad Towil selaku Kepala Seksi Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) di Kementrian Agama Sumenep.
“Jika dibandingkan kondisi madrasah sekarang dengan zaman dulu sangatlah berbeda. Unsur keihlasannya sudah mulai luntur. Kalau zaman dulu Jika seandainya Negara hancur, Pendidikan madrasah tidak akan ikutan hancur. Kalau sekarang sudah terbalik, kalau dana tidak cair, seakan-akan sudah mau oleng madrasahnya,” katanya.
Disisi yang lain, pihak madrasah maupun para guru memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas apa yang telah diberikan pemerintah kepada pihak madrasah. Berupa program-program yang bisa menunjang perkembangan suatu madrasah maupun peningkatan mutu pengajar serta kesejahteraan ekonominya. Itu semua bertujuan demi tercapainya berkembangnya pendidikan madrasah yang lebih baik kedepannya.
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang selama ini telah memberikan dampak positif bagi perkembangan madrasah. Kemudian ada dana sertifikasi bagi guru-guru madrasah. Serta Dana insentif bagi guru yang masih belum menjadi guru sertifikasi. Namun masih belum ada anggaran yang diperuntukkan bagi operator madrasah.
Padahal sudah bukan rahasia lagi, tugas dari operator sangatlah berat. Bahkan kerjanya sampai tengah malam. Semua yang berhubungan dengan administrasi Sekolah, sudah menjadi langganan yang harus diselesaikan oleh semua operator Sekolah.
Namun ironis, sampai detik ini tidak ada dana khusus yang dianggarkan untuk operator. Ini pun dibenarkan oleh Towil (sapaan akrabnya). “Dulu itu sudah diusulkan agar operator punya SK, tapi memang tidak ada imeng-imeng akan dapat gaji,” katanya. (rom/edo/yan)
















