Kediri

Jalan Pintu masuk SLG Diduga Caplok Tanah Warga

Diterbitkan

-

*Ancam Tutup Akses Jl Raya Simpang Lima Gumul

 

 

Memontum Kediri– Puluhan warga Desa Kranggan Kabupaten Kediri bersama  LSM Forum Masyarakat Sipil Kediri (FORMASSI ) melakulan aksi unjuk rasa dengan memblokade jalan arah Kediri – Pare, tepatnya pintu masuk sebelah timur Simpang Lima Gumul (SLG) Aksi pemblokiran jalan tersebut merupakan wujud protes terhadap Pemerintah Kabupaten Kediri yang diduga telah mencaplok tanah milik Kasan Mardjo warga Desa Kranggan Kabupaten Kediri.

Advertisement

 

Koordinator aksi unjuk rasa Agustianto dalam orasinya mengatakan, tanah yang saat ini dijadikan akses jalan raya menuju SLG tersebut masih menjadi hak ahli waris Kasan Mardjo. “Tanah yang kita blokade ini  adalah tanah  milik ahli waris Kasan Mardjo, namun tanpa adanya jual – beli dengan ahli waris, Pemkab Kediri langsung mengambil alih tanah tersebut dan sekarang ini telah menjadi SLG,” katanya Kamis (23/11/2017)
 

Lebih lanjut Agustianto menambahkan, tindakan yang dilakukan oleh Pemkab telah melakulan pelanggaran hukum.”Hal ini jelas sudah bisa  dikatakan tindakan ini telah menjadi tindakan yang dilakulan Bupati Sutrisno sudah melanggar hukum,” lanjutnya.
Para pengunjuk rasa mengancam, apabila dalam kurun waktu 1 minggu Pemkab Kediri hanya diam saja dan tidak segera menyelesaikan permasalahan,  maka masa akan menutup akses jalan raya Simpang Lima Gumul ini.
 

“Maka dari itu, kami memberikan somasi kepada Pemkab Kediri selama seminggu yang terhitung pada hari ini untuk segera menyeselesaikan permasalahan terkait dengan perihal ini,” tegasnya. Pengunjuk rasa membubarkan diri sekitar pukul 11.00 wib tanpa ada tanggapan dari pemerintah Kabupaten Kediri.(mid/yan)

Advertisement
Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas