Kabupaten Malang
Akhir Tahun Zero Stunting, Bupati Malang Akan Beri Apresiasi untuk Pendamping DPPKB

Memontum Malang – Penanganan stunting terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Bahkan, Pendamping Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Malang, yang nantinya menjalankan tugas dengan baik akan diberikan apresiasi khusus oleh Bupati Malang, HM Sanusi.
“Masing-masing pendamping diharapkan dapat mendampingi tiga anak stunting. Tentunya, mereka yang terbaik akan kami berikan sepeda motor dan intensifnya akan kita naikkan,” kata Bupati Sanusi, Kamis (25/08/2022) tadi.
Dirinya juga menyampaikan, bahwa kasus stunting di Kabupaten Malang masih tersisa 8,8 persen. Prosentase tersebut, merupakan prosentase terendah se Indonesia.
Baca juga :
- Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus
- Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata
- Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP
- Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka
- Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta ‘Diskon’ Hukuman
“Saat ini di Kabupaten Malang masih ada sekitar 11 ribu bayi, yang masih mengalami stunting. Itu merupakan data identik dengan data yang sudah diukur. Dari sekitar 134 ribu bayi, itu yang stunting ada 11 ribu,” tambahnya.
Bupati Sanusi juga menyebutkan secara global kasus stunting Kabupaten Malang, tergolong rendah. Meskipun, di beberapa daerah masih ada yang tinggi, seperti halnya Pujon. “Kecamatan Pujon itu tertinggi di tingkat Kabupaten Malang. Namun banyak kecamatan yang sudah zero kasus, seperti halnya Tajinan, Jabung, dan lainnya. Terpenting ibunya harus rajin menyusui agar anaknya tidak stanting,” terangnya. (cw1/gie)












