Probolinggo

Asiyah, TKW asal Tiris, 10 Tahun di Bahrain Tersiksa Batin Akhirnya Bisa Pulang

Diterbitkan

-

Asiyah, TKW asal Tiris, 10 Tahun di Bahrain Tersiksa Batin Akhirnya Bisa Pulang

“Saya terpaksa menuruti karena kalau saya memaksa keluar takutnya malah tertangkap polisi setempat, karena tanda pengenal saya di sita semua sama majikan,” jelas Asiyah.

Meskipun di Bahrain tempat Asiyah nenjadi TKW tersebut tidak pernah mengalami kekerasan fisik, tapi Asiyah mulai resah. Karena pekerjaan sebagai asisten rumah tangga semakin bertambah berat. Tidak hanya itu, Asiyah juga diberi tambahan pekerjaan untuk mengurus dua anak Hasan yang sudah berkeluarga. Namun masih tinggal satu bangunan dengan majikannya tersebut.

Disitulah tekanan batin Asiyah mulai dirasakan. Tidak hanya itu Asiyah juga mendapat gaji yang tidak sepadan dengan jumlah seharusnya yang ada di kontrak. Rata-rata gaji sebagai asisten rumah tangga diperkirakan sekitar Rp 5 juta per bulan. Sementara gaji yang diterima Asiyah, hanya Rp.2 juta, itupun naik 500 ribu dibanding saat pertama kali bekerja.

“Memang tidak ada kekerasan kepada saya, tapi perlakuan pekerjaan dan gaji yang tidak sesuai apalagi saya tidak bisa kemana-mana.”tuturnya.

Advertisement

“Tidak bisa keluar dari rumah majikan, 10 tahun tidak ada kesempatan sama sekali. Bahkan untuk menghubungi keluarga yang di Indonesia juga sangat sulit. Tapi saya bersyukur dan Alhamdulillah, hari ini saya bisa pulang, dan sudah ada di kantor ini, yang penting sudah di Probolinggo.”terang Asiyah senang.

Asiyah bisa pulang ke Indonesia tidak mudah. Asiyah berjuang untuk komunikasi dengan keluarganya yang berada di Indonesia. Suatu ketika ada kesempatan menghubungi keluarganya dan menceritakan semua apa yang dialami di Bahrain. setelah pihak keluarga mendapatkan keluhan Asiyah tersebut, barulah melaporkan kejadian apa yang dialami Asiyah ke pihak Disnakertrans Kabupaten Probolinggo awal November lalu.

“Saya dapat kabar dari adik saya dan menceritakan keadaan di sana, dari situ saya dan keluarga lainnya melaporkan ke dinas ini awal bulan kemaren.” terang Agustini Saudara Asiyah yang mendampingi di kantor Disnakertrans.

“Saya senang bisa melihat adik saya lagi, respon dari Disnaker sangat cepat sehingga adik saya bisa pulang dengan selamat.tambah Agustini. (pix/yan)

Advertisement

Laman: 1 2

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas