Kota Malang
Awali Kinerja di Bulan Suci Ramadan, Wali Kota Wahyu Ajak Masyarakat Tetap Jaga Kondusifitas Kota Malang

Memontum Kota Malang – Paska mendapat surprise penyambutan sepulang mengikuti retreat bersama sejumlah kepala daerah, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, langsung tancab gas dalam memimpin pemerintah daerah Kota Malang. Hal itu, setidaknya terlihat disela memon Apel Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, di Halaman Kantor Balai Kota Malang, Sabtu (01/03/2025) tadi
Kepada memontum.com, Wali Kota Wahyu mengatakan salah satunya langsung berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang. Itu dilakukan, karena di hari pertama dirinya menjabat, salah satunya sudah dihadapkan dengan momen Bulan Suci Ramadan. Sehingga, salah satu penekanan yang diharapkan adalah bersama-sama menjaga kondusifitas selama Ramadan.
“Saya sampaikan kemarin kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan tokoh agama, agar bersama-sama mengajak masyarakat untuk saling menjaga, menjunjung tinggi solidaritas beragama dan nilai-nilai keberagamaan. Salah satunya, tentu tetap menjaga kondusifitas Kota Malang, khususnya sepanjang Bulan Ramadan,” kata Wali Kota Wahyu.
Baca juga :
Dirinya menegaskan, dengan menjunjung tinggi solidaritas dan nilai agama, maka Kota Malang akan menjadi lebih kondusif dan aman. Sehingga, dengan lingkungan yang kondusif, maka masyarakat yang menjalankan beribadah akan menjadi lebih merasa tenang,” imbuhnya.
Apalagi, ungkap Wali Kota Wahyu, pelaksanaan deklarasi cipta kondisi dengan elemen masyarakat juga sudah digelar. Sehingga, ini akan menjadi kesinambungan bersama dalam menciptakan kondisi yang kondusif di Kota Malang.
Sebagaimana diberitakan, ada enam poin dalam pelaksanaan deklarasi cipta kondisi. Poin-poinnya itu, yakni, menjaga Kota Malang tetap kondusif, mewujudkan Kota Malang yang damai, bersaudara, maju dan berkelas. Kemudian, mendukung kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang periode 2025-2030, menolak segala bentuk tindak kekerasan, menolak rasisme, intoleransi, radikalisme, diskriminasi, berita hoax serta ujaran kebencian. Poin lainnya, yaitu memperkuat rasa kebangsaan, cinta tanah air serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 dan kebhinekaan. (pro/cw1/gie)










