Kabupaten Malang

Bangun 23 Titik PJU, Komunitas Jenggolo Manik Sembodo Siap Bangun Desa Mandiri

Diterbitkan

-

Bangun 23 Titik PJU, Komunitas Jenggolo Manik Sembodo Siap Bangun Desa Mandiri

“Inilah bentuk kerjasama pembangunan yang melibatkan semua pihak dengan konsep gotong-royong dan tanggung jawab bersama. Dari yang sebelumnya tidak mungkin, bisa menjadi kenyataan dan terealisasi dengan baik serta bisa dinikmati bersama-sama. Masyarakat merasa bangga atas pembangunan PJU ini. Selain langsung bisa dinikmati hasilnya, keterlibatan dalam proses pembangunan dan pelimpahan tanggung jawab pembayaran rekening bulanan, tidak kalah pentingnya warga setempat merasa dihargai,” tegasnya.

Bagi Sugiono selama ini belum pernah ada pembangunan PJU atas biaya swadaya masyarakat yang nilainya mencapai Rp 200 juta. Baginya, hal ini sangat fantastis dan perlu dijaga atas semangat dari masyarakat, sekaligus didukung atas ide serta gagasan dari salah satu bakal Cakades Jenggolo yaitu Sukirno.

“Bakal Cakades ini sudah membuktikan ‘karya nyata’ yang bisa dinikmati masyarakat banyak. Karena mampu menggandeng berbagai pihak hingga pembangunan lampu PJU dapat terealisasi dengan baik,” paparnya.

Menurut Sugiono sebenarnya warga Jenggolo itu mampu dan kaya. Apalagi Desa Jenggolo sangat kaya. Sayangnya, Desa Jenggolo yang sangat kaya ini, seakan-akan berjalan di tempat. Diduga hal ini karena pengelolaan pejabat desa yang tidak optimal. Karena itu dalam momen Pilkades saat ini, masyarakat harus jeli dan pandai dalam menentukan pilihan pemimpinnya. Pilihlah calon pemimpin (Cakades) yang memiliki program kerja yang bagus. Apalagi bakal Cakades yang secara nyata berkontribusi untuk desanya.

Advertisement

“Contohnya Pak Sukirno. Dia Cakades yang mengabdi untuk kemajuan desanya melalui sepakbola. Sebagai pelatih sepakbola anak-anak dan remaja sekitar Jenggolo. Saya pun pernah menikmati sentuhan dilatih Sukirno. Apalagi, beliau punya program mewujudkan lapangan sepakbola dan pasar rakyat Jenggolo. Lapangan sepakbola diapakai sebagai sarana latihan generasi muda desa jenggolo agar bisa menjadi pemain sepakbola yang handal seperti para pemain Arema. Lapangan itu bisa dimanfaatkan untuk main bola, acara sosial termasuk kegaiatan membangun perekonomian desa lainnya,” ungkapnya.

Bahkan tidak hanya lapangan, kata Sugiono juga ada program Pasar Rakyat Jenggolo. Hal ini merupakan program sangat baik. Karena program ini bisa membuka peluang usaha bagi masyarakat jenggolo sekaligus merangsang pertumbuhan ekonomi baru, mengurangi pengangguran. Selain itu, bisa menjadi retribusi dari pedagang dan lahan parkir sebagai bagi para pemuda melalui karang-taruna.

“Semua itu akan bisa terwujud jika pemimpin Desa Jenggolo yang akan datang adalah sosok yang amanah dan jujur, berbakti dengan tenaga serta hartanya untuk membangun Desa Jenggolo tanpa berkoar-koar serta mengerti akan ilmu administasi penerintahan karena pensiuna dari BUMD Pindad,” tandasnya. (kik/wan/ono)

 

Advertisement

Laman: 1 2

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas