Bondowoso
Beredar Video di Bondowoso, Satu Pick Up Cabai Rawit Dibuang ke Sungai

Memontum Bondowoso – Video berdurasi 30 detik yang berisi rekaman dua orang sedang membuang cabai rawit ke sungai, beredar viral di masyarakat Bondowoso. Aksi yang sengaja dibuat atau direkam oleh salah satu rekan pembuang cabai itu, terkesan kesal dengan kondisi cabai.
Sebelum dibuang, cabai tersebut dimuat pick up terbuka dan ditutupi terpal. Kemudian, terlihat dua orang membuang cabai-cabai ke aliran sungai dengan menggunakan tangan kosong.
Dalam video tersebut tertulis ‘gembel Bondowoso ini bosss’ dan kalimat ‘Ettotak lah boss (sudah dituang/dibuang bos). Meski belum diketahui dengan pasti video itu berlokasi di wilayah mana, namun video itu viral di masyarakat Bondowoso.
Sementara, logat bahasa yang digunakan adalah identik dari Bondowoso dan kondisi itu, juga dibenarkan oleh pernyataan Petani Cabai Bondowoso, Heri Masduki. Menurutnya, aksi itu akibat intensitas hujan tinggi, sehingga menyebabkan tanaman cabai banyak yang rusak.
Baca juga :
- Ketua DPRD Kota Malang Ingatkan Pemkot Tak Alihfungsikan LSD dan RTH untuk Koperasi Merah Putih
- Sertifikasi Aset Pemkot Malang Tembus 53 Persen, Kepala BKAD Kota Malang Targetkan Tuntas Sebelum Purna
- Pemkab Pasuruan Gelar Rakor Peningkatan Kualitas Gizi dan Kesehatan Program MBG
- Dollar Tembus Rp 18 Ribu, Ketum PP Muhammadiyah dan Muhadjir Ajak Publik Tetap Optimis
- Munculkan Kesan Kumuh dan Macet, Satpol PP Kota Malang Tertibkan Penjual Rongsokan di Bawah Buk Gluduk
“Kwalitas tanaman cabai menjadi sangat jelek dan harga turun sekarang,” kata Heri, Minggu (14/11/2021).
Ditambahkan, cuaca yang tidak bersahabat, membuat petani cabai merugi besar. Hujan bukan hanya turun pada pagi, namun sepanjang hari hingga malam hari. Dan turunnya hujan, tidak bisa diprediksi.
Biasanya, kata Heri, November intensitas hujan mengurang. Tetapi yang terjadi sebaliknya. “Saya sendiri menanam cabai seluas 2 hektar. Akhir-akhir ini cuaca memang tidak menentu. Kondisi semakin parah, ketika harga cabai hanya Rp 2 ribu/kg. Jadi sekali lagi, kalau video yang viral tersebut berlokasi di Bondowoso, kemungkinan besar benar adanya,” tegasnya. Karena, sekali lagi dirinya menyampaikan, cuaca dan harga sangat tidak bersahabat dengan petani tebu. “Biaya menanam cabai sangat besar. Sehingga, kalau harga cabai Rp 2 ribu/kg, kembali modal saja sudah untung. Kalau rugi sudah pasti,” kata Heri mengakhiri komunikasi dengan wartawan Memontum.com. (sam/sit)
















