Kota Malang
BTT Kota Malang Digelontor Rp 42 Milyar

Memontum Kota Malang – Belanja Tidak Terduga (BTT) sangat diperlukan bagi penanganan pandemi di berbagai daerah. Seperti contoh di Kota Malang, salah satu penggunaan BTT adalah untuk bantuan sosial (bansos) warga terdampak Covid-19. Saat ini dikatakan Wali Kota Malang, Sutiaji, DPRD Kota Malang meminta BTT ditambah hingga Rp 35 milyar.
“Kemarin dewan memang meminta bahwa BTT dinaikkan menjadi Rp 35 milyar. Sudah kita kasih lebih dari itu malah,” ungkapnya, Kamis (26/08).
Baca Juga:
- PBB 2026 Kota Malang Resmi Dibuka, Tak Ada Kenaikan dan Pembayaran Kian Praktis
- H-3 dan H+3 Lebaran Diprediksi Jadi Puncak Pergerakan Manusia di Kota Malang
- Kontribusi Nyata di Bulan Ramadan, BRI Regional 13 Malang Gelar Aksi Berbagi Bahagia
Sebelumnya BTT Kota Malang tersisa Rp 12 milyar. Kemudian Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menambahkan Rp 30 milyar lagi.
“Sudah kita kasih Rp 30 milyar, terus belanja yang saat ini kan asumsi tinggal 3 bulan. Nanti kalau tidak terpakai malah menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA),” sambung pemilik kursi N1 itu.
Sehingga, diuraikan orang nomor satu di Kota Malang tersebut, total untuk BTT saat ini sejumlah Rp 42 milyar.
“BTT tambahannya saja Rp 30 milyar di APBD Perubahan, kemarin masih ada Rp 12 milyar, ya jadi total Rp 42 milyar BTT kita. Catatan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Malang minimal kan BTT Rp 35 milyar. Nah ini kita lebih dari itu,” tegasnya.
Sehingga apa yang diminta oleh pihak legislatif, telah terpenuhi oleh Sutiaji dan jajarannya. “Yang diminta DPRD Kota Malang dalam catatan Banggar sudah kita wujudkan ya,” tandas Wali Kota pecinta bulu tangkis itu. (mus/ed2)
















