Pemerintahan

Buka Pelaksanaan Forum Konsultasi Publik RPJMD, Bupati Situbondo Soroti Gaji Guru dan Nakes yang Kecil

Diterbitkan

-

SAMBUTAN: Bupati Situbondo saat memberikan sambutan. (memontum.com/her)

Memontum Situbondo – Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Situbondo menggelar Forum Konsultasi Publik, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkab Situbondo, yang berlangsung di Graha Wiyata Praja Lantai II Sekdakab Situbondo, Jumat (14/03/2025) tadi. Pelaksanaan ini, dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Situbondo, Sekda Situbondo, Kepala OPD Pemkab Situbondo, Ketua TP PKK Situbondo, Ketua Dharma Wanita, tiga Direktur RSUD, Organisasi Keagamaan, Organisasi Masyarakat dan tamu undangan.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, saat membuka Forum Konsultasi Publik RPJMD mengatakan bahwa dengan dilaksanakan kegiatan ini, diharapkan mendapat hasil yang maksimal. “RPJMD merupakan dokumen perencanaan pembangunan yang akan menjadi acuan dalam pelaksanaan pembangunan Kabupaten Situbondo, selama lima tahun ke depan. Untuk itu, dari hasil konsultasi publik ini, diharapkan mendapat susunan dokumen RPJMD yang maksimal,” kata Mas Rio-panggilan akrab Bupati Situbondo.

Lebih lanjut Mas Rio mengatakan, di dalam dokumen RPJMD ini, bukan hanya sekedar sebuah dokumen perencanaan. Tetapi, merupakan komitmen bersama untuk membangun Situbondo Naik Kelas.

“Siapapun yang menjadi kepala daerah di republik ini, maka harus mampu menyusun RPJMD dengan baik sebagai landasan untuk mengambil kebijakan,” tambahnya.

Advertisement

Mantan Direktur Konsultan Politika Research and Consulting ini menegaskan, bahwa yang paling penting dalam proses penyusunan RPJMD ini mendapat kesamaan visi. “Selain itu, kesamaan sudut pandang dalam melihat. Kalau pandangannya tidak sama, maka untuk melihat sesuatu selalu berbeda,” imbuh Bupati Rio.

Baca juga :

Salah satu tujuan dalam merumuskan RPJMD ini, sambung Mas Rio, yakni Situbondo Naik Kelas. “Sejak saya merantau selama 20 tahun lamanya, Situbondo begini-begini saja dan tidak ada perubahan yang signifikan. Oleh karena itu, saya berharap rumusan RPJMD ini harus di susun dengan tepat dan baik untuk menuju Situbondo Naik Kelas,” tegasnya.

Untuk Situbondo Naik Kelas, sambung Bupati Rio, mindset dalam menyusun kebijakan merupakan hal yang penting. “Mindset birokratis kita harus segera dirubah agar dinamis. Jika tidak segera dirubah, maka Situbondo akan begini-begini saja. Oleh karena itu, penyusun dokumen RPJMD ini penting untuk mengambil kebijakan 5 tahun ke depan,” tuturnya.

Selanjutnya, kata Mas Rio, mengatakan jika beban berat yang dihadapi sekarang, yakni pembayaran atau gaji para guru dan tenaga kesehatan (Nakes) yang tidak manusiawi. “Coba bayangkan, gaji guru dan Nakes, saat ini hanya dibayar Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. Nominal ini, kalah dengan gaji dengan tukang dan kuli bangunan. Sedangkan, gaji guru yang ikut mencerdaskan anak bangsa hanya di gaji sekecil itu,” jelasnya.

Advertisement

Untuk itu, imbuh Mas Rio, kepada Plt Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Kesehatan, agar menaikan gaji guru dan Nakes sesuai UMK Situbondo. Apabila tidak mampu menyesuaikan dengan UMK, maka kenaikan gaji guru dan Nakes disesuaikan dengan kondisi yang ada.

“Saya tidak mau tahu, tahun ini gaji guru dan Nakes harus naik,” tegas Bupati Rio. (her/gie)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas