Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Kembali Lepas Keberangkatan CJH Menuju Tanah Suci

Diterbitkan

-

SAPA: Bupati Banyuwangi saat menyapa CJH yang bekerja sebagai loper koran. (pemkab for memontum)

Memontum Banyuwangi – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kembali melepas 391 calon jamaah haji (CJH) Banyuwangi dari kelompok terbang (kloter) 44 dan 49 menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Selasa (13/05/2025) tadi. Prosesi pelepasan itu, berlangsung di Halaman Kantor Bupati.

Rombongan CJH kali ini, diberangkatkan menggunakan sembilan unit bus sekitar pukul 09.00 WIB. Dengan pelepasan tersebut, maka semua calon jamaah haji asal Banyuwangi dengan jumlah total 1.143 telah resmi berangkat untuk melaksanakan ibadah haji di tahun ini.

“Kami kembali meminta pada para jamaah haji untuk terus mendoakan Banyuwangi. Doakan agar Banyuwangi selalu diberi keberkahan dan masyarakatnya semakin sejahtera,” kata Bupati Ipuk.

Dirinya juga mengingatkan, agar para jamaah menjaga kesehatan dan memelihara niat tulus dalam beribadah. “Kami semua mendoakan agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan dan kembali pulang menjadi haji yang mabrur,” tambah Bupati Ipuk.

Advertisement

Sebelumnya, Bupati Ipuk juga menyapa langsung para jamaah haji di atas bus pemberangkatan. Salah satunya adalah seorang jamaah Lansia yang berusia 88 tahun bernama Dulhari. Dulhari merupakan seorang loper koran yang mampu berangkat haji dari hasil menabung uang dari berjualan koran.

Baca juga :

“Pak Dulhari adalah contoh, jika ada niat yang kuat dibarengi dengan ikhtiar untuk bisa berangkat ke tanah suci, pasti Alllah mampukan. Kami doakan, Pak Dulhari selalu sehat, bisa menjalankan ibadah haji dengan penuh kelancaran dan kemudahan hingga kembali ke Banyuwangi dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur,” ujar Bupati Ipuk.

Dulhari sendiri diketahui telah menjalani pekerjaan sebagai loper koran selama 15 tahun. Setiap hari, dirinya mangkal di perempatan jalan dekat Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi (MAB). Meski usianya sudah 88 tahun, Dulhari masih semangat menjajakan koran kepada pengendara yang lewat.

 ”Saya jualan koran (loper) sudah 15 tahun. Pekerjaan ini saya jalani dengan ikhlas. Uang dari jualan koran saya tabung untuk pergi haji,” ujar Dulhari.

Advertisement

Setiap pagi, Dulhari tak pernah absen menjajakan koran di pinggir jalan. Dari penghasilan yang pas-pasan, dia menabung sedikit demi sedikit. Tidak disangka pada tahun 2019, uang tabungan sudah terkumpul Rp 49 juta. Hingga akhirnya di usianya yang genap 82 tahun, Dulhari bisa mendaftar haji.

Setelah penantian selama enam tahun Dulhari, akhirnya resmi diberangkatkan haji tahun ini. “Alhamdulillah sekarang bisa berangkat,” ungkapnya. (kom/bwi/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas