Lumajang
Cukup Tunjukkan E-KTP, Petani Lumajang Bisa Tebus Pupuk Subsidi

Memontum Lumajang – Kabar baik datang untuk para petani di Kabupaten Lumajang. Karena mulai 1 Januari 2025 lalu, pemerintah resmi menerapkan kebijakan baru yang memudahkan akses terhadap pupuk bersubsidi.
Sejumlah petani, kini cukup menunjukkan e-KTP saat menebus pupuk bersubsidi di kios resmi, tanpa perlu melalui proses administrasi yang berbelit. Kebijakan yang dilakukan ini, merupakan bagian dari langkah reformasi pelayanan publik di sektor pertanian, khususnya dalam hal distribusi pupuk. Petani yang sudah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), secara otomatis bisa mengakses pupuk melalui sistem digital terintegrasi, yaitu aplikasi iPubers.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Eko Sugeng, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendekatkan layanan kepada petani. “Kita ingin memastikan bahwa bantuan pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke tangan petani yang berhak. Dengan sistem ini, tidak hanya prosesnya lebih cepat, tapi juga lebih transparan dan akuntabel,” kata Eko, Sabtu (19/04/2025) tadi.
Baca juga :
Di tengah tantangan alokasi pupuk yang mengalami penyesuaian, yakni 28.877 ton urea, 27.253 ton NPK dan 3.491 ton pupuk organik untuk tahun 2025, DKPP Lumajang memastikan bahwa kebutuhan dasar petani tetap terpenuhi. Bahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan strategi pengawasan distribusi dan mendorong petani aktif memastikan data mereka tetap terdaftar dan valid dalam sistem e-RDKK.
Kebijakan ini, pun memunculkan optimisme dari kalangan petani. Salah satu petani asal Kecamatan Candipuro, Sukadi (45), mengaku bahwa kebijakan ini membuatnya lebih tenang menghadapi musim tanam. “Biasanya kami harus urus surat ini itu. Sekarang cukup bawa KTP, prosesnya lebih cepat dan tidak bikin pusing. Harapan kami ke depan, pupuk selalu tersedia saat dibutuhkan,” ujarnya.
Dengan kebijakan yang semakin berpihak pada kebutuhan di lapangan, paparnya, diharapkan produktivitas pertanian di Lumajang akan meningkat secara signifikan. Petani tak hanya merasa dimudahkan, tapi juga dilibatkan secara aktif dalam sistem yang lebih modern.
Pemerintah terus berkomitmen memberikan dukungan terbaik bagi petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan. Langkah-langkah seperti ini menjadi angin segar yang memberi semangat baru di tengah dinamika dunia pertanian. (kom/adi/sit)
















