Connect with us

SEKITAR KITA

Di Balik Kunjungan Ketua TP PKK Provinsi ke Kendalbulur Tulungagung, Arumi Kagum Permainan Angklung Anak PAUD

Diterbitkan

||

Di Balik Kunjungan Ketua TP PKK Provinsi ke Kendalbulur Tulungagung, Arumi Kagum Permainan Angklung Anak PAUD

Memontum Tulungagung – Penilai Lomba Desa dan Lomba Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, yang berlangsung di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulunggung, telah rampung digelar Kamis (23/06/2022) tadi. Namun, ada beberapa momen menarik, selama serangkaian pelaksanaan itu berlangsung. Apa saja, berikut tulisan wartawan Memontum com.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin, adalah salah satu momen langka selama pelaksanaan berlangsung. Itu tidak lain, karena kekagumannya melihat penampilan anak PAUD dan TK, saat bermain atau memainkan musik tradisional jenis angklung.

“Melihat penampilan anak-anak PAUD memainkan angklung, keren banget. Satu anak, ternyata itu bisa memegang hingga dua sampai tiga angklung. Dan, masing-masing murid hafal dengan nadanya,” ungkap Arumi Bachsin.

Istri Wakil Gubernur Jawa Timur, ini pun mengaca pada dirinya sendiri, yang pada saat itu atau usia belia, belum bisa seperti itu. Tidak pelak, penampilan memukau puluhan anak di Desa Kendalbulur, mengingatkannya saat masih di usia kecil.

“Kalau saya, waktu kecil itu tidak seperti ini. Bisa dikata buta nada,” ungkapnya sambil tertawa kecil.

Pelatih Angklung PAUD Lestari, Puji Astutik, mengungkapkan bahwa pihaknya memang membiasakan setiap masuk kelas, untuk selalu melatih sensor motorik murid. Bukan hanya bermain saja, tetapi memang sebagai media untuk melatih motorik anak-anak biar tangannya kuat.

Baca juga :

“Kemudian, pasti juga menulisnya. Jadi, semua itu harus dilakukan secara bertahap,” tutur  Puji Astutik.

Ibu lulusan Strata-1 PAUD UNP Kediri ini mengungkapkan, susah-susah gampang dalam melatih anak di usia dini. Sebab, musik adalah seni sebagai bentuk ketrampilan, tidak seperti pelajaran yang diajarkan, tetapi lebih dibiasakan.

Ditanya soal lama melatih, Puji mengaku anak PAUD tergantung masing-masing angkatan. Terlebih sebelum masa pandemi, dirinya menjelaskan hanya butuh dua bulan anak anak hanya sebatas bisa membunyikan. Tetapi masih asal berbunyi, belum bisa secara teratur masuk alunan lagu.

“Dua bulan dalam artian belum rapi, tapi pasca pandemi ini pengaruh teknologi, konsentrasi kurang maksimal,” ungkapnya.

Dirinya menegaskan, bahwa setiap anak yang mempunyai kecerdasan musik. Tetapi, itu kembali lagi tidak semua anak bisa. Namun, semua juga bisa karena dibiasakan dan dilatih.

“Jadi, kita hilangkan bakat. Yang ada, hanya ada anak yang tekun dan belajar. Di PAUD Lestari, tidak mengenal bakat. Karena, memang semua dibiasakan untuk pembelajaran. Sehingga, anak yang belum bisa, nanti menjadi bisa. Terlebih dengan pemerintah desa, ikut mendukung dari sarana prasarana membuat lebih semangat,” ujarnya. (jaz/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.