Kota Malang
Dinda Agatha Anggraeni, Dapat Pengalaman Baru Setiap Hari

Dinda mengaku, awal menulis ada banyak kejanggalan atas karyanya. Mulai berita tanpa nilai berita, berita tanpa kutipan langsung, judul aneh, dan lainnya. Untuk mengatasinya, Dinda membiasakan membaca berita di koran, karena jika baca berita dari instagram atau media sosial bahasanya non formal.
“Intinya harus mau banyak belajar hal apapun, up to date berita terkini, dan belajar menulis berita dengan cepat. Tak hanya menulis berita, aku juga mendapat pengalaman belajar foto dan video, mulai teknik pengambilan gambarnya, editing, foto bercerita, hingga belajar jadi Voice Over (Pengisi Suara) juga,” ceritanya.
Untuk memudahkan kinerja yang sering diburu waktu, Dinda bekerja secara tim dengan pembagian tugas bersama dalam tim humas. Selain ada tugas liputan, Dinda kebagian tugas media monitoring, yaitu analisis pemberitaan UB yang ada di media.
“Misalnya, aku bagian nulis berita liputan kegiatan A, temenku yang nulis berita liputan kegiatan B. Pasalnya tiap kegiatan tak bisa diprediksi durasinya. Kadang kalau terpaksa, kerjaaan aku bawa pulang. Intinya, harus benar-benar bisa manajemen waktu yang baik,” urai Dinda.
Kesan yang didapat Dinda, selalu mendapat wawasan baru dari berbagai multidisiplin ilmu, bertemu orang-orang baru dan penting seperti Menteri, Presiden, mahasiswa asing, dan lainnya. Kalau pun pas weekend dapat tugas liputan, dianggapnya bermain sambil tugas.
“Enjoy aja. Kadang aku dapat training gratis kehumasan, baik dari senior, konsultan PR, dan motivasi lainnya. Kalau pun jenuh, aku alihkan sejenak dengan dengerin musik atau radio, baca novel dan nonton film. Atau jadi moodboster, curhat di note ponsel, dan nulis random thoughts di aplikasi Steller,” tandasnya. (rhd/yan)
















