Kota Malang
Dispendukcapil Kota Malang Lakukan Validasi Data Pengecekan Biometrik WBP Lapas Kelas 1 Malang

Memontum Kota Malang – Petugas Lapas Kelas 1 Malang Kanwil Kemenkumham Jatim, bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang, melaksanakan validasi data melalui pengecekan biometrik kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas 1 Malang, Senin (13/03/2013) tadi.
Kegiatan validasi data melalui pengecekan biometrik itu, dimaksudkan untuk mengetahui data administrasi warga binaan. Seperti KTP Elektronik dan Kartu Keluarga (KK). Bagi warga binaan yang belum memiliki identitas, maka akan dibuatkan NIK dan KK sementara dengan alamat Lapas, tempatnya melakukan pembinaan.
Sebanyak 310 WBP, dalam kegiatan itu mengikuti validasi data melalui pengecekan biometrik oleh petugas dari Dispendukcapil Kota Malang. Didampingi Kalapas Kelas 1 Malang, Heri Azhari, satu persatu WBP dilakukan pendataan validasi. Hadir dalam kegiatan ini, sebagai penanggung jawab Kabid Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil, Gamaliel Raymon.
Baca juga :
- THR ASN Pemkot Malang Naik Rp 42,6 Miliar, Pencairan Tunggu Kebijakan Pusat
- Pemkab Malang Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Puting Beliung di Kecamatan Bantur
- Proses Izin Rumit, IAI Cabang Trenggalek Hearing Dengar Pendapat bersama DPRD
- Siswa SMAN 3 Kota Malang Sambut Antusias MBG Ramadan
- DPRD Trenggalek bersama Eksekutif Bahas Raperda Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Melalui kegiatan ini, diharapkan nantinya setelah warga binaan bebas dan kembali ke masyarakat, dapat mengganti alamat identitasnya sesuai dengan alamatnya di luar Lapas. Kegiatan ini, juga untuk memudahkan Pemerintah memenuhi hak politik masyarakat pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun depan.
Kalapas Kelas I Malang, Heri Azhari, mengaku menyambut baik kegiatan ini. Dirinya mengatakan, bahwa kegiatan validasi data melalui pengecekan biometrik, merupakan hasil koordinasi dengan Dispendukcapil Kota Malang. “Tentunya, ini untuk mengetahui dan membantu data administrasi warga binaan yang sebenar-benarnya,” tegasnya. (gie)










