Kota Malang
Disporapar Kota Malang Catat Capaian Retribusi Sarpras Olah Raga Tahun 2025 Tembus Rp 600 Juta

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dam Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat bahwa pendapatan retribusi Sarana Prasarana (Sarpras) olah raga hingga Juli 2025 telah mencapai lebih dari Rp 600 juta dari target Rp 1 miliar. Capaian tersebut, sudah melampaui 50 persen dari target tahunan.
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa tingginya capaian tersebut dipengaruhi pemanfaatan Sarpras pada ajang Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Timur beberapa waktu lalu. “Stadion Gajayana sempat lama digunakan untuk keperluan Porprov, sehingga tidak melayani masyarakat umum. Meski begitu, pendapatan hingga Juli tetap tinggi,” ucap Baihaqi, Rabu (13/08/2025) tadi.
Disebutkannya, ada dua Sarpras yang paling banyak menyumbang retribusi. Yakni, Stadion Gajayana dan GOR Ken Arok. Saat ini, disusul dengan lapangan tenis yang peminatnya semakin meningkat.
“Di delapan lapangan tenis kita, kontribusinya mulai naik,” tambahnya.
Baca juga :
Kemudian, dikatakannya bahwa untuk mempermudah masyarakat dalam memanfaatkan Sarpras milik Pemkot Malang, Disporapar menyediakan layanan pemesanan melalui aplikasi Simba.
“Harapan kami semua transaksi online, tapi bagi masyarakat yang masih membayar tunai tetap kami layani,” ucapnya.
Di tahun 2024 lalu, pendapatan retribusi Sarpras olah raga Kota Malang mencapai Rp 1,3 miliar, melampaui target Rp 850 juta. Baihaqi optimis potensi pendapatan di tahun ini masih besar, apalagi dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) baru yang menaikkan tarif sewa.
“Contohnya GOR Ken Arok, tarif sewa untuk kegiatan hiburan naik dari Rp 6 juta menjadi Rp 10 juta per hari dan itu masih lebih rendah dibanding milik swasta,” imbuh Baihaqi. (rsy/sit)











