Kota Batu
DLH Kota Batu Anggarkan Rp 190 Juta untuk Pengeprasan Taman Median Jalan Dewi Sartika

Memontum Kota Batu – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu menganggarkan Rp 190 juta untuk pengeprasan total Taman Median Jalan Dewi Sartika, Kota Batu. Saat ini, pengeprasan taman median telah dimulai di Jalan Dewi Sartika, tepatnya di depan antara Pasar Besar dan Terminal Kota Batu.
Disampaikan Kepala DLH Kota Batu, Aris Setiawan, bahwa pengeprasan total taman median di Jalan Dewi Sartika sudah mulai dilaksanakan. “Pengeprasan taman median di Jalan Dewi Sartika itu, kita anggarkan Rp 190 juta. Dimana, dalam pengerjaannya kita kembalikan seperti semula. Yaitu, taman,” terang Aris, yang disampaikan lewat ponselnya, Selasa (14/03/2023) siang.
Untuk tahapan pekerjaan, tambahnya, dari anggaran Rp 190 juta yang disediakan saat ini untuk pengeprasan dan dibangun lagi taman. Namun, nantinya akan dianggarkan lagi untuk tambahan ornamen taman.
“Jadi, dari anggaran Rp 190 juta itu dianggarkan untuk pengeprasan dan pembangunan taman. Nanti, kita anggarankan lagi saat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2023 untuk tambahan ornamennya,” tuturnya.
Baca juga:
- Dua Agenda Penting Jadi Fokus Pembahasan Banmus DPRD Trenggalek
- Berkah Ramadan, Opak Gambir Maharis Kota Malang Kewalahan Layani Orderan Premium
- Sumur Bor Hasil TMMD di Dusun Templek Kediri Akhirnya Keluarkan Air Bersih
- Jelang Mudik Lebaran, Mas Dhito Minta DPUPR Gerak Cepat Penanganan Jalan Berlubang
- Hari Kedua Pencarian, Jenazah Bocah Hanyut di Sungai Kasin Berhasil Ditemukan
Secara prinsip, menurut Aris, tetap mempertahankan keindahan taman dan lebih mempercantiknya dengan tambahan ornamen serta lampu taman. Untuk fisik dibangun lebih rendah dari sebelumnya yang tingginya sekitar 3 meter.
“Pengeprasan median ini, adalah hasil rekomendasi yang disampaikan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang pada September 2022 yang lalu. Dan, menurut kajian Kepala Laboratorium Transportasi dan Pengindraan Jauh Universitas Brawijaya, Hendi Bowo Putro posisi median jalan yang ada di depan Pasar Induk Among Tani dianggap terlalu tinggi yaitu 3 meter,” ujarnya.(put/gie)
















