Kota Malang

DLH Kota Malang Rencanakan Konsep Wisata Edukasi Plus Jembatan Kaca di Hutan Kota Malabar

Diterbitkan

-

EDUKASI: Keberadaan Hutan Kota Malabar di Kota Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tengah merencanakan konsep wisata di Hutan Kota Malabar, yang terletak di Jalan Malabar, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Hal itu disampaikan oleh Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Widjaya.

Pria yang kerap disama Rahman, menyampaikan bahwa itu akan dilakukan karena Hutan Kota Malabar dinilai dapat memberikan edukasi. Terlebih, di sana terdapat ribuan pohon dengan berbagai jenis dan varian.

“Nanti akan kita konsepkan dengan membangun jembatan kaca yang mengelilingi kawasan tersebut. Kalau ini terwujud, ini bakal lebih besar dibandingkan dengan yang ada di kawasan wisata Gunung Bromo. Tapi biayanya besar sekali sampai Rp 9 Miliar sampai Rp 10 Miliar,” kata Rahman, Jumat (24/05/2024) tadi.

Untuk konsep yang disiapkan, yakni jembatan kaca akan dipasang di atas Hutan Kota Malabar. Sementara di bawah atau di dalam hutan, akan diadakan penampilan kesenian musik atau seni lainnya.

Advertisement

Baca juga :

“Nanti pengunjung yang naik ke jembatan kaca itu bisa berkeliling menikmati beragam jenis pohon yang ada di Hutan Kota Malabar sekaligus menyaksikan penampilan seni,” katanya.

Untuk mendukung konsep perencanaan tersebut, menurutnya perlu didukung dari pihak ketiga, atau menggunakan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) perusahaan. Jika menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), sudah dipastikan bakal memberatkan.

“Ini masih konsep, pihak CSR sudah ada yang ditawari tapi akhirnya sifatnya untuk kali ini hanya pembenahan dari yang sudah ada. Sehingga kami punya harapan, karena kami sudah mengantongi perencanaannya, harapannya ada CSR lain yang hadir, yang nanti akan kami tuangkan di Hutan Kota Malabar,” imbuhnya.

Meski secara sepintas terkesan tidak terurus, Rahman menyebut hutan kota ini tiap kali penilaian Adipura selalu mendapatkan penilaian terbaik. Baik dari segi keberagaman tanaman yang ada, kepadatan pohon, hingga kebersihannya. Oleh karenanya, Rahman berharap Hutan Kota Malabar ini nantinya menjadi wisata edukasi yang lebih baik. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas