Bengkulu
DPPKAD Kota Bengkulu Siap Kolaborasi Penanganan Penurunan Stunting

Memontum Bengkulu – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu, secara masif terus menggencarkan sosialisasi program zero stunting di Kota Bengkulu. Bahkan, program pengentasan stunting tersebut, menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat.
Kepala DPPKAD Kota Bengkulu, Yudi Sunanda, menanggapi hal itu mengaku sangat mendukung dengan langkah pemerintah dalam menekan angka stunting. Bahkan, terkait dengan langkah penanganan, diperlukan langkah bersama dari seluruh stakeholder.
Dengan langkah secara bersama-sama itu, tambahnya, diharapkan target zero stunting, bisa berjalan dengan baik. Termasuk, diperlukan langkah dan peran setiap masyarakat untuk mencapai zero stunting di Kota Bengkulu.
Baca juga :
- Polemik Perizinan Aston, DPRD Kota Malang Sebut Keputusan Final Dijadwalkan Pekan Depan
- Bupati Banyuwangi Pantau Progres Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat
- Temukan Batu Batolit yang Diduga Watu Dakon, Disparbud Kabupaten Malang Sebut Perlu Kajian
- Pelantikan 8 JPTP Kota Malang Tunggu Keputusan Wali Kota, BKPSDM Sebut Nama Sudah Masuk Boks Talenta
- Perkuat Lumbung Pangan Jatim, Sektor Pertanian Kabupaten Jember Semakin Produktif
“Kita sangat mendukung program Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Karena, ini juga merupakan kerja dan tupoksi DPPKAD Kota Bengkulu,” ungkap Yudi Sunanda, di Kantor DPPKA Kota Bengkulu, Senin (12/12/2020) tadi.
Dengan melakukan langkah bersama ini, ujarnya, maka akan muncul komitmen seluruhnya untuk memerangi stunting. Hal ini, sesuai dengan apa yang pernah disampaikan Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan, pada kegiatan Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dalam rangka meningkatkan program Bangga Kencana untuk percepatan penurunan stunting, yang sebelumnya digelar di Kantor Kecamatan Sungai Serut, Senin (05/12/2022) lalu. Dimana saat itu, disampaikan bahwa Pemkot Bengkulu telah mengambil kebijakan setiap OPD harus berkontribusi dalam penanganan program zero stunting. (her/sit/adv)
















