Kota Malang
Efisiensi Anggaran, PHRI Kota Malang Khawatirkan Berdampak pada Industri Perhotelan

Memontum Kota Malang – Penerapan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dikhawatirkan berdampak terhadap industri perhotelan. Sebab, beberapa kegiatan dinas yang biasa digelar di hotel, bakal terdampak dari efek domino yang signifikan.
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, berharap agar pemerintah dapat meninjau ulang aturan tersebut. Menurutnya, beberapa kegiatan yang memiliki dampak luas terhadap perekonomian, seperti meeting, conference, dan exhibition (MiCE), sebaiknya tetap diperbolehkan di hotel.
“Kami sepakat bahwa pembatasan anggaran untuk kegiatan yang kurang penting memang perlu dilakukan. Namun, kami berharap PHRI melalui BPP PHRI Pusat telah berupaya menyampaikan kepada Pemerintah agar Kebijakan sebagaimana InPres 1/2025 dilakukan peninjauan kembali,” jelas Agoes, Sabtu (08/02/2025) tadi.
Menurutnya, jika pembatasan anggaran benar-benar diterapkan secara ketat, hotel-hotel dengan fasilitas konvensi di Kota Malang bisa terdampak signifikan. Namun, hingga awal Februari 2025, dampaknya masih sebatas kekhawatiran dan belum terasa secara nyata.
Baca juga :
“Hotel-hotel yang mengandalkan MiCE tentu akan terkena dampaknya, tetapi sejauh ini belum ada penurunan signifikan dalam tingkat keterisian kamar,” ujarnya.
Agoes juga mendorong para pelaku industri perhotelan untuk mencari strategi kreatif agar tidak terlalu bergantung pada kegiatan yang diselenggarakan pemerintah.
Meskipun tidak memiliki data pasti mengenai persentase keterisian hotel dari kegiatan MiCE, Agoes menyebut bahwa ada beberapa hotel di Kota Malang yang selama ini mengandalkan segmen tersebut. Diantaranya, Hotel Grand Mercure, Savana, Ijen Suites dan Aria Gajayana.
“Kami berharap pemerintah dapat mempertimbangkan dampak lebih luas terhadap sektor ekonomi sebelum menerapkan kebijakan tersebut secara menyeluruh,” imbuh Agoes. (rsy/sit)










