Pasuruan

Empat Kecamatan di Pasuruan Masih Dikepung Banjir, Dua Kecamatan Jadi Lokasi Terparah

Diterbitkan

-

BANJIR: Kondisi banjir yang berlangsung di Pasuruan. (pemkab for memontum)

Memontum Pasuruan – Sebanyak empat kecamatan di wilayah Kabupaten Pasuruan, masih dikepung banjir hingga Kamis (30/01/2025) tadi. Bahkan dari catatan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pasuruan, banjir itu masih menggenangi wilayah seperti Kecamatan Beji, Rejoso, Winongan dan Kecamatan Grati.

Dari empat kecamatan tersebut, banjir terparah terjadi di wilayah Kecamatan Grati dan Rejoso. Untuk Kecamatan Rejoso, sembilan desa masih berjibaku dengan banjir. Diantaranya, Desa Kawisrejo, Sadengrejo, Arjosari, Toyaning, Rejoso Lor, Jarangan, Patuguran, Pandanrejo dan Kedungbako.

Bahkan, dua desa harus berhadapan dengan volume banjir yang begitu besar. Di mana, tinggi air banjir sampai 150 sentimeter, tepatnya di Dusun Bandaran, Desa Jarangan serta di Dusun Kasuran, Desa Rejoso Lor dengan ketinggian air banjir hingga 120 sentimeter. Sedangkan di wilayah Kecamatan Grati, wilayah terparah ada di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon, dimana ketinggian air banjir sempat mencapai 2 meter, meski sekarang sudah berangsur surut.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan bahwa banjir yang terjadi hingga 2 hingga 3 hari terakhir dan belum surut disebabkan oleh limpahan air yang terus turun dari wilayah hulu. Selain itu, kondisi air laut masih dalam kondisi pasang sehingga sungai-sungai di beberapa wilayah tersebut.

Advertisement

Baca juga :

“Karena hujannya setiap hari, limpahan air dari wilayah hulu terus turun. Ditambah air laut dalam kondisi pasang sehingga kembali ke sungai, sementara sungai tidak mampu menampung air sehingga meluap dan masuk ke permukiman warga,” kata Kalaksa BPBD Sugeng, di sela meninjau banjir di Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Kamis (30/01/2024) tadi.

Dijelaskan Sugeng, banjir yang terjadi hingga hari ketiga ini membuat sejumlah warga terpaksa mengungsi. Seperti yang dilakukan ratusan warga Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso yang mengungsi di Masjid Bandaran. Total ada 115 KK yang mengungsi di sana, ditambah 45 KK mengungsi di salah satu rumah warga

“Ada yang mengungsi di Masjid Bandaran, karena rumah mereka kebanjiran sampai lebih dari satu meter,” ujarnya.

Advertisement

Atas kejadian ini, BPBD bersama stake holder yang lain seperti Dinas Sosial dan PMI telah menyalurkan bantuan kedaruratan. Seperti makanan siap saji, selimut, matras, family kit dan bantuan lainnya.

Sugeng berharap kepada warga agar menjaga kesehatan dalam menghadapi bencana hidromoterologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan lainnya. “Tetap waspada, jaga kesehatan karena ini puncak musim penghujan, potensi ancaman penyakit tetap ada,” ungkapnya. (kom/pas/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas