Kota Malang

Fury Wars, Olah Limbah Tahu Jadi Bahan Kerajinan

Diterbitkan

-

Fury Wars, Olah Limbah Tahu Jadi Bahan Kerajinan

Selain instalasi pengolahan limbah cair, kelompok ini juga mengolah limbah cair menjadi nata sebagai bahan dasar aneka kerajinan. Limbah yang telah diberi bakteri dan berubah menjadi nata ini selanjutkan dikeringkan. Nata kering yang berbentuk lembaran ini siap diolah menjadi kerajinan, seperti tas, dompet, tempat pensil dan sebagainya.

“Selain mengolahnya sebelum dibuang ke sungai, kami juga menambahkan bakteri pada limbah sebelum masuk ke alat instalasi kami. Saking banyaknya limbah cair yang tersedia, sehingga kami memberikan dua solusi pengolahan. Pertama, instalasi untuk mengolahnya sebelum dibuang ke sungai. Kedua, mengubahnya menjadi nata. Penambahan bakteri ini dimaksudkan untuk mengubah limbah menjadi nata sebagai bahan dasar aneka kerajinan,” terang Listy.

Saat ini, Fury Wars telah diaplikasikan ke kelompok industri produsen tahu “KLB” jalan Pelabuhan Ketapang I Nomor 2 Kecamatan Sukun, Kota Malang. Setiap harinya, KLB yang berdiri sejak 1998 ini dapat menghasilkan limbah sebanyak 5.237 liter per hari. Implementasi Fury Wars, terbukti mampu mengolah limbah menjadi lebih ramah lingkungan hingga sekitar 70 persen.

“Dengan adanya Fury Wars, nantinya pengusaha industri tahu dapat mandiri dalam melakukan pengolahan limbah yang dihasilkan. Instalasi Fury Wars terbukti mampu mereduksi dampak negatif limbah cair tahu, sehingga lebih ramah lingkungan dan mampu memberdayakan masyarakat dengan menyediakan lapangan pekerjaan dalam bidang produksi kerajinan tangan yang terbuat dari nata de soya,” jelas Robert Antonius, salah satu anggota tim. (rhd/yan)

Advertisement

Laman: 1 2

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas