Kota Malang
Gelaran Porprov IX Jatim Dorong Perputaran Ekonomi Kota Malang Capai Rp 141,3 Miliar

Memontum Kota Malang – Gelaran Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur, yang telah berlangsung sejak Juni hingga awal Juli 2025 lalu di Kota Malang, tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan dan prestasi. Namun, juga memberikan dampak terhadap perekonomian yang signifikan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa selama pelaksanaan Porprov, perputaran uang yang terjadi di tengah masyarakat mencapai Rp 141,3 miliar. Jumlah tersebut, nyaris tiga kali lipat dari anggaran yang dialokasikan Pemkot Malang sebesar Rp 74 miliar sebagai tuan rumah penyelenggara.
“Perputarannya sampai Rp 141,3 miliar. Itu kami hitung dengan menggandeng tim independen dan hasilnya menunjukkan efek ekonomi yang luar biasa besar,” kata Wali Kota Wahyu, Kamis (31/07/2025) tadi.
Diuraikan Wali Kota Wahyu, bahwa perhitungan dampak ekonomi tersebut dilakukan dengan pendekatan ilmiah oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur perguruan tinggi, konsultan dan pihak ketiga profesional. Tim tersebut turun langsung ke venue-venue untuk menghimpun data sejak awal pertandingan hingga penutupan.
Baca juga :
Sektor yang paling merasakan lonjakan ekonomi, kata Wahyu, adalah perhotelan dan UMKM, disusul sektor jasa transportasi, kuliner dan penyedia kebutuhan logistik lain. Bahkan, di sejumlah hotel sampai terjadi tingginya okupansi.
“Dari pengakuan pihak hotel, banyak yang sampai kewalahan menerima tamu. UMKM juga bergairah karena banyak pengunjung, atlet dan official yang belanja dan kulineran,” ujarnya.
Di akhir, Wali Kota Wahyu menegaskan bahwa keberhasilan Kota Malang dalam menyelenggarakan Porprov IX Jatim, tidak hanya diukur dari kelancaran acara dan capaian medali. Namun, juga dari bagaimana event tersebut menggerakkan ekonomi masyarakat secara nyata.
“Tiga sukses itu kami capai, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses ekonomi. Ini membuktikan bahwa event olah raga bisa menjadi mesin penggerak ekonomi lokal,” imbuh Wali Kota Wahyu. (rsy/sit)











