Kota Malang
Gelombang Penambahan Kasus Covid-19 dari Kluster Perkampungan, Wali Kota Sutiaji Sebut Bukan Kebobolan

Memontum Kota Malang – Penambahan kasus terkonfirmasi positif di Kota Malang melalui kluster kampung terus berdatangan. Dimulai dengan kluster Tlogomas, kemudian Lowokdoro, dan yang terbaru adalah kluster di Tretes Selatan. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan bahwa hal tersebut bukan berarti kebobolan dalam penanganan Covid-19.
“Saya kira ini bukan kebobolan. Kota Malang itu terdiri dari 4.000 Rt lebih, dan kasus kemarin kan tidak lebih dari 10 Rt,” ujarnya pada awak media, Selasa (01/06).
Baca Juga:
- Masuk Peringkat 7 Besar Nasional, Wali Kota Malang Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kota Bersih
- Pemkot Malang Siapkan Pendanaan Revitalisasi Pasar Besar dengan Skema KPBU
- PBI Dinonaktifkan, BPJS Malang Pastikan Warga Tak Mampu Bisa Aktifkan Kembali Kepesertaan
- Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Dituntut 3 Tahun 10 Bulan
Menurutnya dengan adanya kasus kluster kampung dapat menjadi peringatan pada masyarakat. Sehingga kewaspadaan akan ganasnya virus Covid-19 tetap tinggi.
“Kita tidak boleh lengah. Kemarin saat dilakukan tracing kan sudah ketemu dan dilokalisir bahwa penularannya bukan karena orang luar,” jelasnya.
Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang itu mengatakan bahwa penularan mungkin terjadi karena kunjungan atau aktifitas bepergian.
“Jadi Orang Tanpa Gejala (OTG) bertemu dengan orang yang kesehatannya kurang baik. Jadinya terpapar dan menularkan,” sambungnya.
Namun ditegaskannya itu semua sudah teratasi. Maka supaya kedepan tidak terjadi kebobolan yang sesungguhnya, dia menekankan adanya penguatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.
“Penerapan PPKM Mikro secara nasional, itu dikuatkan. Sehingga saya rasa tak pelu lagi penyekatan, karena peran Rt, Rw, dan masyarakat sudah terpenuhi,” bebernya.
Meski ada penambahan kasus baru dari kluster perkampungan, dipaparkan Sutiaji, mutasi baru virus Covid-19 belum ditemukan di Kota Malang.
“Kita sudah lakukan tracing dan Alhamdulillah belum ada, mudah-mudahan jangan. Menurut info yang sudah ditemukan kasus mutasi baru ada di Jember, Sampang, dan Mojokerto,” ujar Sutiaji. (mus/ed2)
















