Jombang
Hadiri Gelaran PG Tjokier bersama BNI, Wabup Jombang Tegaskan Eksistensi Ketahanan Pangan dan Swasembada Gula

Memontum Jombang – Wakil Bupati Jombang, Sumambrah, berharap keberadaan Pabrik Gula (PG) Tjoekir tetap eksis dalam mewujudkan ketahanan pangan atau swasembada gula nasional. Harapan itu, disampaikannya saat menghadiri gelaran sinergi PG Tjokier bersama BNI dalam pengembangan budidaya tebu rakyat Pemerintah Kabupaten Jombang dengan KPTR /KUD di wilayah Jombang. Gelaran acara ini, digelar di salah satu hotel di kawasan Kabupaten Jombang, Jumat (20/01/2023) tadi.
Selain mengenai eksistensi, Wabup Sumambrah juga meminta kemanfaatkan PG Tjokier, bisa dirasakan oleh para petani tebu di Kabupaten Jombang. “Pabrik Gula Tjoekir harus bermanfaat bagi petani dan seluruh stakeholder,” ujarnya.
Baca juga:
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Di tempat sama, GM PG Tjoekir, Abdul Aziz Purmali, mengatakan dalam rangka pencapaian swasembada gula, fokus pada peningkatan kapasitas petani guna meningkatkan produktivitas tebu dan rendemennya. “Peningkatan produktivitas tebu bisa dilaksanakan dengan sejumlah strategi meliputi pemantapan areal, rehabilitasi tanaman, penyediaan agro input berupa pupuk dan benih unggul. Penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan produktivitas lahan melalui penerapan standar teknis budidaya serta manajemen Tebang Muat dan Angkut (TMA). Antisipasi perubahan iklim, terakhir penetapan harga. Dengan demikian minat petani menanam tebu akan semakin meningkat,” ujarnya. (azl/gie)
















