Bondowoso
Hadiri Indeks Desa Membangun, Bupati Bondowoso Apresiasi Enam Desa Mandiri

Memontum Bondowoso – Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin, memberikan apresiasi terhadap enam Kepala Desa (Kades) yang telah berhasil menjadikan Pemerintah Desa sebagai Desa Mandiri. Jumlah itu, merupakan sebagian dari total 11 desa yang sedang dalam proses verifikasi menuju Desa Mandiri.
“Capaian ini tidak akan berhasil, jika Kadesnya tidak berkerja ekstra keras dan tidak punya inovasi,” kata Bupati Bondowoso, seusai penandatanganan berita acara Indeks Desa Membangun di Peringgitan, Selasa (28/06/2022) tadi.
Kyai Salwa-sapaan bupati meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berhubungan dengan Pembangun Desa, bisa meningkatkan koordinasi dan konsolidasi dengan seluruh Pemerintah Desa. Sehingga, pembangunan berbasis desa bisa dicapai secara optimal.
Baca juga :
- Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus
- Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata
- Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP
- Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka
- Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta ‘Diskon’ Hukuman
“Goal yang ingin dicapai, pelayanan terhadap masyarakat betul-betul dapat dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Hj Haeriyah Yuliati, mengatakan bahwa dari enam desa yang berstatus Desa Mandiri adalah Desa Prajekan Kidul, Karang Anyar, Tamanan, Desa Mingok, Maskuning Kulon dan Desa Maesan. “Tahun 2021 ada enam desa yang berhasil menjadi Desa Mandiri. Sementara tahun 2022 yang sedang berproses ada 11 desa. Untuk tahun 2023, diusulkan 25 desa,” ujarnya. (zen/sit)
















