Jember

Hadiri Pengukuhan Kajati Jatim sebagai Guru Besar Kehormatan Unair, Bupati Jember Sebut Kajati Sosok Tegas

Diterbitkan

-

PENGUKUHAN: Pelaksanaan pengukuhan Kajati Jatim sebagai Guru Besar Kehormatan Unair. (pemkab for memontum)

Memontum Jember – Bupati Jember, Hendy Siswanto, menghadiri pengukuhan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kajati Jatim), Mia Amiati, sebagai Guru Besar Kehormatan Universitas Airlangga (Unair), Sabtu (28/12/2024) tadi. Acara yang berlangsung di Aula Garuda Mukti Kampus Unair, itu juga dihadiri mantan Kajari Jember, I Nyoman Sucitrawan, juga Kajati Bali, Ketut Sumedana, serta para kepala daerah se-Jawa Timur.

Bupati Hendy Siswanto dalam momen itu menyampaikan selamat atas dikukuhkannya Kajati Jatim sebagai Guru Besar Kehormatan. Dirinya menilai, sosok Prof (HCUA) Dr Mia Amiati SH MH CMA CSSL sebagai perempuan yang tegas dalam menjalankan amanah di Korps Adhyaksa.

“Beliau tegas, memiliki keberanian yang tinggi dalam memimpin Kejati Jatim,” kata Bupati Hendy.

Dalam orasi ilmiahnya dengan judul ‘Pengembangan Ekosistem Dinamis dalam Implementasi Manajemen Talenta untuk Meningkatkan Perilaku Kerja Inovatif dan Keberlanjutan di Lingkungan Kejaksaan’, Mia Amiati menyebut ada empat tantangan utama dalam manajemen sumber daya manusia di Kejaksaan. Pertama, adaptasi perubahan teknologi, yakni kemajuan teknologi yang pesat menuntut Kejaksaan untuk terus beradaptasi dan memiliki SDM yang kompeten dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi kerja. Kedua, kompleksitas kasus, yakni kasus-kasus yang ditangani Kejaksaan, terutama kasus korupsi, semakin kompleks dan membutuhkan SDM yang memiliki keahlian khusus dan kemampuan analisis yang mendalam.

Advertisement

“Ketiga, karir dan perkembangan, yakni terbatasnya peluang pengembangan karir di lingkungan Kejaksaan dapat menghambat upaya untuk menarik dan mempertahankan talenta-talenta terbaik. Keempat, kepemimpinan yang adaptif, bahwa kepemimpinan yang adaptif sangat diperlukan untuk menghadapi dinamika perubahan dan tantangan yang dihadapi Kejaksaan,” katanya.

Baca juga :

Mia Amiati dalam orasinya juga mendorong Kejaksaan beradaptasi dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Menurutnya, Kejaksaan perlu berperan aktif dalam mendukung pencapaian SDGs melalui pengembangan SDM yang peduli terhadap lingkungan hidup dan sosial kemasyarakatan.

Dirinya juga menyarankan, agar diselenggarakan pelatihan berkelanjutan untuk peningkatan kualitas SDM Kejaksaan. “Dengan keterampilan yang relevan tersebut, maka betul-betul the right man and the right place bisa diterapkan,” ujar Mia Amiati.

Di samping itu, Mia Amiati menyebut penegakan hukum yang telah dilakukan Kejati Jatim berkontribusi pada perekonomian daerah. “Penegakan hukum akan memastikan terwujudnya keadilan ekonomi, persaingan sehat dan pemerataan pembangunan di segala bidang,” lanjutnya.

Advertisement

Keberhasilan Kejaksaan dalam mengungkap kasus-kasus besar, menyelamatkan aset negara, dan mencegah kerugian ekonomi adalah bukti nyata bahwa penegakan hukum yang tegas dan berintegritas dapat memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Sekedar diketahui, Mia Amiati menjadi Kajati Jatim menggantikan pejabat sebelumnya, M Dofir. Dirinya mendapatkan gelar sarjana Sastra Indonesia dari Universitas Padjadjaran Bandung.

Kemudian, Mia Amiati kembali meneruskan pendidikan ke jenjang pascasarjana atau S2 bidang Hukum di Universitas Padjajaran. Pada 2012, dirinya melanjutkan studi S3 dengan meraih gelar doktor bidang ilmu hukum di Universitas Padjadjaran. Saat ini, dia dikukuhkan sebagai profesor kehormatan Unair. (kom/rio/gie)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas