Banyuwangi
Harga Jagung Murah, Petani Wongsorejo Menjerit

Sementara itu, terkait masalah Harga Dasar Jagung (HDJ), pihaknya belum bisa merealisasikannya, karena harga dasar untuk pembelian jagung belum ditetapkan oleh pemerintah. Meskipun demkian, pihaknya tetap berupaya ada solusi terbaik supaya masalah harga jagung ini tidak muncul setiap tahun.
“Kita tetap akan perhatikan masalah harga jagung ini, karena hampir setiap tahunnya selalu ada masalah. Hanya saja kami tetap meminta kepada para petani untuk bersabar dan kami tetap akan memperjuangkannya,” sebutnya.
Ia menyebutkan, ada salah satu langkah yang bisa dilakukan supaya harga jagung tidak lagi anjlok yakni dengan memperhatikan masalah kadar air (KA). Untuk KA 19 bisa mencapai harga Rp 260 ribu dan untuk KA 16-17 dihargai Rp 300 ribu per kuintal jagung.
Untuk itu, pihaknya sangat berharap kepada para petani jagung untuk bisa bersabar menunggu hingga KA bisa mencapai angka 16-17. Jangan terlalu memaksakan diri untuk buru-buru melakukam panen, karena harganya pasti akan anjlok dan masyarakat juga akan rugi.
“Sebenarnya anjloknya harga jagung bisa disikapi dengan cara semakin menurunkan KA hingga 16. Jika cara ini diterapkan, maka hasilnya juga akan baik dan harganya tidak akan anjlok,” tandasnya.
Hal senada sama dengan Ahmad haironi, petani jagung asal desa bengkak dia juga mengalami kerugian yang cukup besar akibat cuaca extrims, sehingga tidak bisa memanen jagungnya akibat hujan, dan hasil panennya tidak maksimal,jagung rusak kehitaman,sehingga harga jualnya anjlok,
Harapan petani bagaimana pemerintah bisa membantu mencari solusi untuk menyikapi, anjloknya harga jagung, uacap Ahmad haironik, padasaat di datangi di rumahnya,
Sementara kepala dinas pertanian Banyuwangi belum bisa di hubungi Beliau sedan ada acara di luar kota. (tut/nay)
















