SEKITAR KITA
Evaluasi PPKM Darurat, Kota Surabaya Ada Penurunan Kasus Covid-19

Memontum Surabaya – Selama Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 03 sampai 20 Juli, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa evaluasi PPKM Darurat di Surabaya mulai ada penurunan.
“Dari PPKM Darurat yang dilakukan evaluasi, memang Surabaya ada penurunan (kasus Covid, red). Meskipun, penurunan itu belum signifikan. Tetapi, sudah ada penurunan,” kata Eri, Rabu (21/07) tadi.
Baca Juga:
- Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan
- Tiket KA Angkutan Lebaran 2026 Sudah Bisa Dipesan dan Telah Terjual 31 Persen
- Pemkot Surabaya Perkuat Komitmen Program MBG Berjalan Optimal, Aman dan Tepat Sasaran
Selain itu, kata Eri, penurunan kasus hari ini secara total berjumlah 100 sampai 150an orang. “Kita lakukan semaksimal mungkin. Insyaallah kalau yang sakit keluar dari keluarga. Maka tidak muncul klaster keluarga, tidak muncul klaster kampung, insyaallah sudah selesai surabaya,” ujarnya.
Lanjut Eri, meski sudah ada penurunan. Pihaknya akan terus memutus mata rantai Covid-19 di Surabaya.
“Masing-masing kelurahan ada tempat isolasi mandiri. Hari ini sudah siap tempatnya semua, jumat sudah operasional. Sehingga tidak ada lagi warga Surabaya yang satu keluarga diisolasi mandiri, kalau rumahnya tidak memenuhi syarat untuk isolasi mandiri. Satu sakit empat negatif, jadi kita harus tarik,” terangnya.
Sementara itu, Eri meminta kepada seluruh lurah dan camat di Surabaya untuk melakukan pendekatan kepada pasien Isolasi Mandiri (Isoman) dan satu tempat tinggal dengan keluarga. “Saya sampaikan Pak lurah, camat harus pendekatan memberikan pengertian. Karena itu yang bisa kita lakukan untuk memutus mata rantainya,” kata Eri. (ade/ed2)
















