Pemerintahan
Jaga Stabilitas, Forkopimda Probolinggo Gelar Peningkatan Kewaspadaan Dini

Memontum Kota Probolinggo – Pemerintahan Kota (Pemkot) Probolinggo, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo, menggelar kegiatan peningkatan kewaspadaan dini masyarakat bersama Forkopimda, Selasa (16/09/2025) tadi. Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Pendapa Kecamatan Kademangan dan diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan, itu dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, dalam momen itu menekankan akan pentingnya kewaspadaan dini. Terlebih, setelah adanya sejumlah aksi penyampaian aspirasi yang berujung pengrusakan.
“Alhamdulillah, di Kota Probolinggo aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa, dapat kita mediasi dan salurkan secara baik. Ini yang harus terus kita pertahankan,” kata Wali Kota Aminuddin.
Dirinya juga mengingatkan, bahwa situasi kondusif bukan berarti membuat semua pihak lengah. Menurutnya, gelombang aspirasi dari generasi muda yang merasa belum tersampaikan secara baik, harus dikelola secara bijak.
“Kita tidak boleh alergi, karena mereka adalah bagian dari proses menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Baca juga :
Lebih lanjut Wali Kota juga menyebut, bahwa ada empat potensi besar di Indonesia, dalam menyongsong masa depan. Yaitu jumlah penduduk, luas wilayah, kekayaan sumber daya alam dan keamanan wilayah. Keamanan inilah yang menjadi kunci utama agar potensi lainnya bisa berkembang maksimal.
Pemerintah Kota Probolinggo pun berkomitmen, akan terus memperkuat sistem deteksi dini melalui berbagai langkah, mulai dari pemberdayaan RT/RW, peningkatan insentif linmas, hingga pengembangan sistem keamanan berbasis teknologi. “Mulai tahun 2026, RT dan RW akan menerima insentif Rp 1 juta. Linmas akan mendapat BPJS Ketenagakerjaan dan santunan kematian. Honor Linmas juga akan kita naikkan 100 persen,” ungkap Wali Kota.
Pemkot juga telah bekerja sama dengan Polres Probolinggo Kota, untuk menyediakan 200 unit motor bagi Polisi RW, serta merencanakan pemasangan CCTV secara menyeluruh di tahun 2027. “Dengan sistem pemantauan 24 jam, kita bisa mengantisipasi potensi gangguan keamanan sejak dini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, Aries Rachmanto, dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari roadshow Bakesbangpol ke berbagai kecamatan. Tujuannya, adalah mendeteksi dan mencegah secara dini berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) yang dapat mengganggu ketertiban umum. (kom/pro/sit)
















