Kota Malang

Jelang Keberangkatan Haji, Dinkes Kota Malang Mulai Lakukan Vaksinasi Calon Jamaah

Diterbitkan

-

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mulai melaksanakan vaksinasi bagi calon jamaah haji (CJH) yang dijadwalkan berangkat pada 24 April 2026 mendatang. Vaksinasi dilakukan, sebagai bagian dari persyaratan kesehatan sekaligus penentuan status istitha’ah jamaah.

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa proses pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji saat ini masih berlangsung. Untuk data status istitha’ah juga tengah diperbarui.

“Pemeriksaan kesehatan sudah berjalan. Data istitha’ah sedang kami perbarui dulu,” ujar Husnul, Sabtu (11/04/2026) tadi.

Menurutnya, vaksin meningitis dan polio diberikan minimal dua minggu sebelum keberangkatan, sesuai ketentuan pemerintah pusat dan otoritas Arab Saudi. Dengan jadwal keberangkatan pada 24 April, maka vaksinasi mulai dilaksanakan sejak 10 April 2026. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap di masing-masing puskesmas sesuai daftar manifes jamaah haji.

Advertisement

“Setiap Puskesmas sudah memiliki daftar jamaahnya. Misalnya ada 50 jamaah, maka mereka datang ke Puskesmas tersebut untuk vaksin meningitis dan polio,” jelasnya.

Baca juga :

Kemudian, dikatakannya bahwa vaksinasi menjadi syarat wajib bagi jamaah yang dinyatakan istitha’ah atau memenuhi kemampuan kesehatan untuk berhaji. Tanpa vaksinasi, jamaah tidak akan memperoleh International Certificate of Vaccination (ICV) yang menjadi dokumen wajib masuk Arab Saudi.

“Kalau tidak memiliki ICV, jamaah tidak bisa masuk Arab Saudi karena ini mandatory dari pemerintah Arab Saudi dan Kementerian Kesehatan,” tegasnya.

Selain persiapan kesehatan jamaah, Dinkes Kota Malang juga menyiapkan Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI). Tahun ini terdapat empat tenaga kesehatan asal Kota Malang yang dinyatakan lolos sebagai petugas haji. Mereka bertugas mendampingi jamaah sejak keberangkatan, masa observasi di Embarkasi Surabaya, selama penerbangan, hingga menjalankan ibadah di Arab Saudi dan kembali ke Tanah Air.

Advertisement

Pendampingan kesehatan tidak berhenti saat kepulangan. Dinkes tetap melakukan pemantauan kondisi kesehatan jamaah selama dua minggu setelah tiba di Indonesia melalui Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3JH).

“Selama dua minggu setelah pulang tetap kami pantau, apakah ada gejala seperti demam, batuk, atau keluhan kesehatan lainnya,” imbuh Husnul. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas