Kota Batu
Keluarga Penerima Manfaat DTKS Kota Batu Berkurang 900 Lebih

Memontum Kota Batu – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu melakukan perubahan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Batu. Dari yang awalnya tercatat 4.174 KPM, terjadi pengurangan menjadi 3.239 KPM. Dimana, dari jumlah terakhir yang sudah ditentukan tersebut, berdasarkan pendataan ulang dan verifikasi lapangan.
Kepala Dinsos Kota Batu, Ririk Mashuri, mengatakan bahwa dinasnya telah melakukan pendataan kembali kepada warga yang benar-benar membutuhkan dan belum tercatat di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dari yang awalnya sebanyak 4.174 KPM penerima BLT inflasi, setelah verifikasi lapangan, dilakukan pencoretan hingga hanya menjadi 3.239 KPM. Dalam artian, data 3.239 KPM ini belum menerima bantuan sosial lainnya.
Baca juga :
- DPC PDI-Perjuangan Situbondo Gelar Aksi Berbagi Sembako
- Wakil Presiden Ke 6 Meninggal, Pemkot Malang Kibarkan Bendera Setengah Tiang
- 19 Pasar Takjil di Kota Malang Disampling, Dinkes Temukan 9,9 Persen Sampel Terkontaminasi Bakteri
- Antisipasi Potensi Pelanggaran Perusahaan, Disnaker PMPTSP Kota Malang Buka Posko Pengaduan THR
- Relawan Kresna 384 Wagir Bagi Takjil Gratis di Jalan Raya Kebonagung
“Pencoretan KPM itu kami lakukan, dikarenakan penerima telah meninggal dunia, warga bersangkutan sudah mulai mandiri secara ekonomi, hingga mutasi dokumen kependudukan atau pindah,” terangnya, saat berada di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Senin (08/05/2023) tadi.
Untuk itu, tegas Ririk, kedepannya dalam pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak inflasi, akan diputuskan di rapat pengendalian inflasi yang dilaksanakan secara nasional.
“Penyaluran BLT Inflasi kali ini merupakan tahap kedua. Jumlahnya Rp 600 ribu dan telah diberikan di tahap 1 sebesar Rp 400 ribu. Kemudian, pada penyaluran tahap 2 ini yang diberikan adalah sebesar Rp 200 ribu,” jelasnya. (put/gie)
















