Kota Batu

Kemenkes RI Ingin Ciptakan Batra Profesional, Hari ini Kunjungi Batu

Diterbitkan

-

Kemenkes RI Ingin Ciptakan Batra Profesional, Hari ini Kunjungi Batu

Acuan dari pemantauan ada beberapa kriteria yang menjadi pertimbangan yaitu menanyakan ijin, manajemen SDM, sarana prasarana. Observasi dicek mulai pasien awal masuk pendaftaran, pemeriksaan tempat penyimpanan obat dan bahan jamu herbal, pembuangan limbah dll.

“Di Griya Sehat Siti-ara ada beberapa masukan yang kami sampaikan seperti harus ada SDM lulusan D4 Batra atau D3 jamu, ahli akupuntur, ramuan. Wajib segera dilengkapi, untuk sarpras sudah sangat baik,” jelasnya.

” Pembeda pelayanan batra dengan pengobatan RS yaitu jika Batra pasien akan diwawancarai apa saja keluhannya, baru diberi resep obat herbal/jamu, ” sambungnya.

Pemilik Griya Sehat Siti-ara Ir Wahyu Suprapto yang juga pengobat berharap banyak berkembang pusat kajian Batra yang memiliki standart pelayanan. Bagi pribadi Wahyu, dengan Batra sama saja melestarikan pengobatan budaya nenek moyang.

Advertisement

” Batra bisa dikembangkan dengan baik dan dipertanggungjawabkan karena tidak bersifat tahayul dan perlu adanya kajian ilmiah dalam prosedur pengobatannya, ” pungkasnya. (lih/yan)

Laman: 1 2

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas