Kota Malang
Komisi D DPRD Kota Malang Sayangkan Minimnya Anggaran Bidang Kebudayaan

Memontum Kota Malang – Minimnya anggaran bidang kebudayaan, mendapat sorotan Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani, Kamis (13/10/2022) tadi. Dirinya sangat menyayangkan, karena cukup kecilnya anggaran. Padahal menurutnya, anggaran itu sangat diperlukan untuk suport agar animo masyarakat terhadap nilai-nilai budaya bersejarah meningkat di Kota Malang.
Dimana, Kota Malang sendiri dinilai kaya akan peninggalan-peninggalan sejarah. Namun, masih belum mendapatkan perhatian. Sehingga menurutnya, perlu untuk didorong agar bisa melakukan inovasi pembaharuan.
“Sangat disayangkan untuk anggarannya. Karena, tidak terlalu banyak. Tapi kemarin, sudah ditambahkan dan kurang lebih Rp 1 miliar, untuk tahun ini. Tapi saya pikir, itu masih kurang, karena menangani budaya sejarah,” jelas Amithya, seusai mengikuti kegiatan Festival Museum Vaganza, di Museum Mpu Purwa, Kota Malang.
Dikatakannya, bahwa dengan adanya gelaran Festival Museum Vaganza tersebut, juga menjadi pemantik. Bagaimana tidak, kegiatan yang berlangsung selama empat hari, itu dapat menjadi suatu promosi tersendiri untuk mengenalkan budaya lokal Kota Malang.
Baca juga :
- Paripurna DPRD, Bupati Lumajang Pastikan APBD untuk Masyarakat
- Pelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan
- Temukan Sejumlah Aduan, Ketua DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Pelaksanaan MBG
- Perkuat Iklim Investasi dan Percepatan Pembangunan Daerah, Bupati Malang Buka Pelatihan Petugas Sensus
- Evaluasi MBG, Pemkot Malang Usulkan Keterlibatan Sejak Awal Penentuan Lokasi SPPG
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Karena didalamnya, mengundang beberapa stakeholder yang berkaitan dengan museum dan kebudayaan yang ada di dalamnya. Ini sebagai pemantik untuk bisa merangsang teman-teman kita. Terutama yang ada di dalam dunia pendidikan untuk bisa aware lagi dengan dunia sejarah,” katanya.
Lebih lanjut pihaknya menyampaikan, bahwa mengenalkan budaya melalui museum tentu menjadi keasyikan tersendiri. Mengenal sejarah dengan menjelajahi dimensi waktu yang berbeda.
“Saya pikir dengan acara ini merupakan salah satu cara untuk mendongkrak popularitas tersebut. Nanti mungkin kedepannya kami berharap kepada Disdikbud Kota Malang untuk mengadakan inovasi bagaimana caranya menggaet seluruh stakeholder pendidikan di Kota Malang,” imbuh Amithya.
Wanita yang juga merupakan Politisi PDI-Perjuangan tersebut, mengatakan bahwa berbagai program yang menjadi agenda Pemkot Malang tentu tidak hanya bersifat eventual saja, melainkan juga ada esensi dan dampak apa yang diperoleh dari program tersebut. (rsy/sit)
















