Connect with us

Politik

KPU Tulungagung Ajukan Rp 63 Miliar untuk Gelaran Pilkada 2024

Diterbitkan

||

KPU Tulungagung Ajukan Rp 63 Miliar untuk Gelaran Pilkada 2024

Memontum Tulungagung – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung, tengah bersiap menghadapi gelaran pesta demokrasi. Salah satu yang dilakukan, yakni mengajukan anggaran pelaksanaan Pilkada yang dijadwalkan 27 November 2024 mendatang, sebesar Rp 63 miliar kepada Pemkab Tulungagung.

Ketua KPU Tulungagung, Susanah, mengatakan bahwa pihaknya terakhir masih mengikuti pembahasan anggaran yang harus dibutuhkan selama proses Pemilu 2024. Awalnya, KPU Tulungagung menginginkan budget Rp 75 miliar. Namun kemudian, ada penyesuaian dana shearing dari provinsi sehingga ada penurunan antara Rp 62 miliar atau mendekati Rp 63 miliar.

“Sekitar Rp 63 miliar, insyaallah. Itupun, belum ada rasionalisasi lanjutan dan memang pasca itu belum ada pembahasan lagi,” ungkap Susanah saat ditemui di Media Center KPU, Rabu (15/06/2022) tadi.

Perihal besaran anggaran, Susanah menjelaskan bahwa jumlah tersebut hanya untuk Pilkada. Sebab, untuk Pemilu serentak 14 Februari 2024 atau memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPR Provinsi, DPRD kabupaten atau kota, anggaran melalui APBN. Sehingga, KPU di daerah tinggal melaksanakan sesuai alokasi yang tersedia.

Karenanya, berbeda untuk pemilihan serentak 27 November 2024, yakni memilih gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota. Sehingga, pemerintah kabupaten juga harus ikut mengambil peran dalam agenda lima tahunan tersebut.

“Khusus anggaran pemilihan, kita memang ajukan segitu. Tetapi masih dalam catatan, karena masih mentah. Sama seperti regulasi pemilihan, belum ada sampai saat ini. Masih harga kasar,” imbuhnya.

Baca juga :

Disinggung soal tanggapan Pemkab Tulungagung, dirinya mengatakan, total anggaran sifatnya adalah meminta ada penyesuaian. Indikasi masih pandemi sehingga memohon untuk direvisi lagi yang memang perlu direvisi seminimal mungkin.

“Mintanya itu saja, kalau tawar-menawar tidak,” bebernya.

Pihaknya juga menegaskan, akan melakukan action terus mulai hari peluncuran serentak hingga 2024 mendatang. Pertama, melaksanakan tahapan dan program yang sudah dijadwalkan KPU RI. Tahapan awal adalah pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dan penyusun daftar pemilih.

“Kemudian di tahun 2022 ini ada verivikasi parpol hingga penyusunan dapil,” terangnya.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, secara terpisah mengungkapkan besaran anggaran ini sudah disiapkan dan masih dalam pembahasan. Karena untuk Pemilu 2024 ada dua tahapan, dana saving menyesuaikan sesuai kebutuhan.

“Dulu kita siapkan Rp 15 miliar. Tahun ini, pada saatnya nanti sesuai dengan apa yang kita harapkan,” papar Maryoto.

Bupati kelahiran Tulungagung Agustus 1953 ini mengaku, jumlah tersebut memang sudah dialokasikan sendiri. Mengingat, situasi masih dalam pandemi Covid-19, sehingga dilakukan secara bertahap. “Sudah kita siapkan, memang itu kebutuhan pokok oleh pak Sekda sudah,” ujarnya. (jaz/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.