Surabaya
Masuki Musim Hujan, Genangan Tak Sepenuhnya Teratasi

“Harapan temen-temen dewan sebagai fungsi kontrolnya, supaya nanti ketika sisa masa akhir jabatan Wali Kota Surabaya, pinginnya kami sudah selesai, seluruh persoalan-persoalan yang terkait dengan saluran. Kalau masih menyisakan, sampai kapanpun gini terus soal banjir,” tegas Sukadar.
Sementara itu, Erna Purwanti Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, menjelaskan jika Pemkot Surabaya sudah mulai melakukan pengerukan sungat pada awal tahun 2018. Guna mengantisipasi saat menjelang hujan yang akan mengguyur Kota Surabaya.
“Sejak awal Januari kita rutin melakukan pengerukan lumpur saluran. Tapi menjelang musim hujan makin kami tingkatkan,” ujarnya.
Rupanya kebijakan ini sendiri telah dilakukan sejak tahun 2011 silam. Erna pun mengungkapkan, hasil pengerukan lumpur mulai Januari 2018 hingga Agustus 2018 terhitung mencapai 82.399 kubik lumpur atau berkurang drastis sejak tahun 2011.
Bila dibandingkan dengan data hasil pengerukan lumpur di tahun 2011, jumlahnya mencapai 214.615 kubik, tahun 2012 sebanyak 427.315 kubik, tahun 2013 sebanyak 254.995 kubik, tahun 2014 sebanyak 280.190 kubik, tahun 2015 sebanyak 257.115 kubik, tahun 2016 sebanyak 315.250 kubik dan tahun 2017 sebanyak 63.553 kubik.
“Hasil pengerukan hingga Agustus 2018 lebih banyak dibandingkan sepanjang 2017 dikarenakan adanya penambahan dump truk dan alat berat. Total dump truk saat ini sebanyak 92 unit dan 65 unit alat berat,” tambahnya.
Hasil dari lumpur yang telah dikeruk, nantinya akan dimanfaatkam untuk beberapa fasilitas umum yang sedang dalam proses pembangunan proyek.
“Digunakan untuk taman, pembangunan buffer zone di eks TPA Keputih serta juga kita uruk untuk pembuatan tanggul,” tutupnya. (est/ano/yan)
















