Surabaya
Rektor UNAIR Belum Terima Laporan BIN, Terkait PTN Terpapar Radikalisme

Memontum Surabaya – Badan Intelejen Negara (BIN) melansir 39 persen mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang simpati terhadap gerakan radikalisme. Data tersebut didapat berdasarkan dari penelusuran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya mengaku belum mendapat informasi dari pihak BIN terkait hal itu. Rektor ke-13 UNAIR ini menganjurkan agar pihak BIN sesegera mungkin melaporkan temuan itu.
“Itukan informasi lama. Kalaupun ada perguruan tinggi yang terpapar dan ada terindikasi itu akan dihubungi rektornya masing-masing. Karena agar tidak menimbulkan gejolak. Khusus di UNAIR, laporan tersebut kita informasikan kepada pimpinan universitas agar kami tahu dimana letak yang terpapar dan siapa-siapa saja yang terpapar,” tuturnya, Selasa (27/11/2018).
Menurutnya, tanggapan dari Menristekdikti soal kampus mana saja yang terpapar termasuk di Surabaya, ia menegaskan hingga detik ini UNAIR sama sekali belum mendapati informasi resmi dengan apa yang telah disampaikan BIN.
“Di Surabaya kan banyak, ada Unesa, ITS, UIN, UPN dan lain-lain. Tapi kita juga ingin tahu, mana sih kampus yang terpapar di Surabaya?. Kalau di UNAIR sendiri belum ada informasi terkait hal itu, tapi kami sudah tahu tentang informasi tersebut,” ungkap Rektor kelahiran Gresik ini.
Nasih menghimbau kepada mahasiswanya agar tetap menjaga jiwa ke NKRI-annya. Karena hidup di Indonesia, diwajibkan untuk harus mentaati peraturan dan menghormati adat istiadat yang ada di Indonesia.
Dia menambahkan, jangan sesekali mahasiswa maupun warga sipil yang lain punya niatan untuk merubah Pancasila, dan Undang-Undang, karena itu hukumnya haram bagi mereka yang kebangsaan NKRI.
















