Surabaya
Metode ’Hybrid Learning’ Unusa, Dipercaya Selenggarakan PPG Dalam Jabatan

Gunakan ’Hybrid Learning’
Diungkapkan Rektor, untuk menunjang pelaksanaan program tersebut, Unusa telah menyusun satu kurikulum yang mampu mendukung dan mewujudkan tujuan yang diharapkan dengan mengacu pada Peraturan Menristekdikti No. 55 tahun 2017 tentang Standar Pendidikan Guru. Dimana telah ditentukan bahwa beban belajar Program PPG dalam Jabatan paling sedikit 24 satuan kredit semester (sks) yang diurai ke dalam tiga bentuk pembelajaran, masing-masing penguatan (pendalaman) materi akademik, lokakarya, dan praktik pengalaman lapangan (PPL).
“Struktur kurikulum PPG dalam Jabatan ini dirancang untuk memfasilitasi mahasiswa program PPG dalam Jabatan mencapai Standar Kompetensi Lulusan, yang dinyatakan dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) pada Bidang Studi atau Program Keahlian masing-masing,” katanya.
Jazidie menambahkan, dalam perkuliahan PPG dalam Jabatan ini, Unusa menerapkan metode pembelajaran sistem hybrid learning. Penerapan sistem ini untuk mengenalkan sekaligus mengantisipasi terhadap dunia pendidikan di era industri 4.0.
“Terhadap sistem hybrid learning Unusa telah mengirim beberapa staf untuk mengikuti workshop dan pendalaman yang diselenggarakan oleh Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti. Selama ini beberapa program studi di Unusa juga telah melaksanakan pembelajaran hybrid learning,” kata Rektor.
Pendalaman materi pedagogik dan profesional, kata Jazidie menambahkan, dilakukan secara online (daring). Sedangkan lokakarya dilakukan melalui tatap muka di kampus dan PPL di sekolah mitra Unusa. “Dipilihnya sistem blended learning atau hybrid learning bertujuan agar guru tidak terlalu lama meninggalkan sekolah,” katanya. (ano/yan)
















