Kota Malang
Momen Nataru Kunjungan Wisatawan Diprediksi Meningkat, PHRI Malang Harap Beri Dampak segala Aspek

Memontum Kota Malang – Kunjungan wisatawan saat momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), diprediksi akan mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal itu, dikatakan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki.
Menurut Agoes, peningkatan itu terjadi karena sektor pariwisata saat ini semakin tertata, terkemas dengan baik dan adanya kolaborasi yang lebih kuat antar semua pihak. Selain itu, juga tidak adanya pengaruh dari pandemi Covid-19.
“Tahun lalu masih terpengaruh bayang-bayang pandemi, tetapi tahun ini situasinya jauh lebih baik. Tentunya, ini memberikan dampak positif bagi industri perhotelan dan restoran serta pariwisata,” ujar Agoes, Sabtu (14/12/2024) tadi.
Namun, Agoes juga mengakui bahwa Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait penerapan protokol kesehatan (Prokes). Sehingga, diharapkan dalam perayaan Nataru nantinya berjalan dengan aman, nyaman tanpa ada suatu kendala.
Baca juga :
“Kami dari PHRI sudah diberikan imbauan melalui SE tersebut, agar nantinya dari gubernur, bupati dan wali kota dapat mempertimbangkan prokes dalam setiap kegiatan penyambutan Nataru. Ini penting demi menjaga kenyamanan wisatawan,” katanya.
Agoes berharap, momentum ini merupakan big session (sesi besar, red) bagi industri pariwisata, dapat memberikan dampak signifikan bagi semua pelaku usaha, termasuk hotel, restoran, UMKM dan sektor oleh-oleh. Dalam hal ini juga diingatkan agar pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara berlebihan.
“Jangan sampai ada permainan harga yang tidak rasional, seperti menjual kamar hotel dengan harga empat kali lipat. Itu akan menuai protes dari wisatawan. Kami PHRI juga akan terus berkoordinasi untuk memastikan pengawasan harga berjalan dengan baik,” tambahnya.
Di sisi lain, Agoes berharap dalam momen Nataru ini mendapatkan dukungan dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang berada di beberapa kampung tematik Kota Malang. Apalagi, diantaranya seperti Kayutangan Heritage, Kampung Warna-Warni dan Polowijen masih menjadi destinasi favorit.
“Kami berharap Pokdarwis dapat mempersiapkan pemandu wisata terbaik dan kegiatan yang menarik. Pimpinan Pokdarwis perlu memberikan pembinaan kepada anggotanya agar bisa memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan,” imbuh Agoes. (rsy/sit)












