Nganjuk
Murid SMK Nganjuk Seminar 4 Pilar MPR RI

UUD 45 sejak era reformasi lanjut Guntur, sudah terjadi perubahan-perubahan, yang dalam pelaksanaanya diawali dengan adanya demo besar-besaran pada tahun 1998, yang mana pada saat itu terdapat tuntutan yaitu akhiri pemerintahan otoriter, hapuskan Dwi fungsi ABRI, perkuat penegakan Hukum, perkuat otonomi daerah, adanya kebebasan pers, penghentian KKN dan Nepotisme, dari semua tuntutan tersebut belum semuanya tercapai.
Lebih lanjut, Guntur Sanono mengatakan, Bhineka Tunggal Ika yang merupakan lambang dari kehidupan kita, banyak suku, banyak pulau-pulau . semuanya ini mengandung perbedaan, perbedaan menjadi suatu kekuatan bagi bangsa indonesia NKRI harga mati bagi kita semua, tidak boleh hilang sejengkal tanah harus kita pertahankan dan di bela.
Oleh sebab itu seminar empat pilar MPR RI sangat penting di lakukan secara terus-menerus , guna meningkatkan kehidupan berbangsa dan bernegara serta sebagai pondasi bagi para pelajar atau siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Apalagi kalau melihat setiap harinya SMK PGRI ini,selalu berhadapan dengan kecanggihan tehnologi yang tiada batas perkembanganya, tentunya sangat mudah mempengaruhi perilaku pelajar atau generasi muda, Atas dasar itu diharapkan generasi muda khusunya pelajar SMK PGRI Nganjuk secepatnya bisa memahami nilai nilai dalam empat pilar, supaya bisa menunjukan jati dirinya sebagai generasi muda indonesia yang tidak terpengaruh oleh budaya asing”, pungkasnya.(ap)
















