Connect with us

Kota Batu

Nama Pekerjaan dan Realisasi Proyek Ikon Selamat Datang Tak Sesuai, Kadispar Kota Batu Sampaikan Besar Anggaran Dibuat Konsultan

Diterbitkan

||

Nama Pekerjaan dan Realisasi Proyek Ikon Selamat Datang Tak Sesuai, Kadispar Kota Batu Sampaikan Besar Anggaran Dibuat Konsultan

Memontum Kota Batu – Proyek pembangunan ikon selamat datang Sendratari Arjuna Wiwaha di Jalan Kawi, Kelurahan Sisir, Kecamatan/Kota Batu, terus mengundang reaksi. Kali ini, giliran Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Batu, Arief As Siddiq, yang mencoba mengurai permasalahan dengan bersilaturahmi ke rumah Ketua RW06 atau selaku ketua rukun warga di mana kali pertama muncul kritikan warga terhadap pembangunan proyek milik Dinas Pariwisata itu.

Sebagaimana diberitakan, terkait proyek tersebut, warga mempertanyakan mengenai papan nama pekerjaan dan realisasi pembangunan. Pada papan nama proyek, tertulis bahwa proyek itu adalah pembangunan. Sementara, realisasinya adalah menggunakan gapura lama yang diberi aksesoris. Selain itu, juga terkait besar anggaran sebesar Rp 71 juta.

Kepala Dinas Pariwisata, Arief As Siddiq, dalam keterangannya membenarkan bahwa pembangunan gapura selamat datang Sendratari Arjuna Wiwaha, merupakan milik Dinas Pariwisata. Tujuan dari pembangunan itu, adalah bertujuan sebagai gerbang masuk menuju Kawasan Sendratari.

“Ya, pembangunan ikon selamat datang tersebut untuk kepentingan masyarakat. Jadi, tidak apa- apa diberitakan. Karena, masyarakat perlu tahu, sebab pemerintah membangun guna kepentingan kebudayaan atau menunjukkan sebuah identitas. Jadi, jangan sampai masyarakat tidak tahu,” ujarnya.

Arief juga menyayangkan, terkait sikap Kabid Destinasi Pariwisata, Mustakim Wadi’i, yang sebelumnya meminta agar pemberitaan terkait polemik ini dihentikan oleh media. Karena, pihaknya pun juga tidak pernah mengintruksikan untuk melarang media memberitakan pembangunan gapura.

Baca juga :

Disinggung tentang pembangunan gapura yang anggarannya dianggap tinggi, Arief hanya mengatakan, bahwa anggaran tersebut telah diperhitungkan oleh pihak konsultan. Jadi, yang menghitung besar anggaran, bukan ditentukan Dinas Pariwisata. Meskipun, dalam pengerjaan proyek itu, konsultan perencana berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata.

“Anggaran itu berdasarkan Detail Engineering Desain (DED) yang telah dibuat. Wajar dan tidak, nilai pembangunan itu yang terpenting dilaksanakan tanpa ada yang dikurangi,” ungkapnya.

Ditanyakan mengenai berapa program semacam itu, Arief mengatakan, ada sejumlah program serupa di Kota Batu. Hanya saja, dirinya tidak menjelaskan secara rinci tempat dan jumlah pastinya.

“Ada di beberapa tempat lain. Antara dua atau tiga gapura,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW06, Kusmin, saat dikonfirmasi menolak untuk memberikan tanggapan. Dengan alasan, karena menurutnya permasalahan sudah tidak ada lagi.

“Nggak usah wawancara. Karena, tadi sudah dijelaskan sendiri oleh Kepala Disparta, Bapak Arief,” terangnya. (bir/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.