Pemerintahan
Peduli Masyarakat, Wakil Bupati Situbondo Sambangi Warga Penderita Tumor Kaki

Memontum Situbondo – Wakil Bupati (Wabup) Situbondo, Ulfiyah, mengunjungi salah satu warganya yaitu Rahmatul Fauzen (41), di Dusun Kilen Selatan, RT002/RW001, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Rabu (23/07/2025) tadi. Kunjungan yang dilakukan dengan melibatkan Kepala Dinas Sosial, Camat Panarukan dan Kepala Desa Kilensari serta perangkat desa setempat, untuk memberikan perhatian lebih karena warga tersebut menderita sakit tumor kaki. Dalam momen itu, kedatangan Mbak Ulfi-sapaan Wabup Situbondo, langsung disambut dengan tangis oleh Nur Fatima (32), istri Fauzen.
Wabup Ulfiyah mengatakan bahwa kedatangannya ke rumah Fauzen, setelah mendapat kabar dari tetangganya. “Untuk itu, saya langsung melihat kondisi kesehatannya dan memberikan semangat untuk Fauzen serta keluarga,” kata Wabup Situbondo.
Dijelaskan Mbak Ulfi, bahwa Fauzen merupakan tulang punggung bagi keluarga. Warganya itu harus menghidupi istri dan empat orang anaknya dalam kondisi sakit karena menderita tumor kaki.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi kesehatan Fauzen,” tambahnya.
Dalam kunjungan itu, Mbak Ulfi mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Situbondo akan mengajak Fauzen berobat ke rumah sakit. “Fauzen sudah dua kali berobat ke rumah sakit di Surabaya menggunakan KIS. Fauzen menghentikan pengobatannya, karena tidak punya biaya transport pulang pergi ke rumah sakit di Surabaya,” jelas Mbak Ulfi.
Baca juga :
Oleh Karena itu, kata Mbak Ulfi, Pemkab Situbondo akan membantu berobat Fauzen di rumah sakit di Surabaya menggunakan Program Ambulan Berantas gratis. “Agar Fauzen berobat tidak mengeluarkan biaya buat transport, maka Pemkab akan mengantar Fauzen pulang pergi menggunakan Ambulan Berantas,” katanya.
Mbak Ulfi juga menjelaskan, bahwa Fauzen juga mempunyai anak yang masih kecil dan mengalami sakit serta tinggal di rumah berukuran kecil. “Melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pemkab juga akan membantu membangun tempat tinggal Fauzen,” imbuhnya.
Sementara itu, Nur Fatima, mengatakan bahwa sakit yang diderita suaminya sudah sekitar 2,5 tahun. “Kaki terus membengkak sekitar 1 tahunan. Sedangkan jalan pincangnya dari mulai sakit. Berobat di Surabaya dua kali. Pertama rontgen dan yang kedua kalinya balik lagi ternyata jadwalnya salah. Karena terkendala biaya, maka suami saya memutuskan tidak lagi berobat di rumah sakit Surabaya,” kata Nur Fatima.
Untuk biaya hidup sehari-hari, kata Nur Fatima, Fauzen tetap bekerja sebagai kuli kerang meskipun kondisi sakit. “Kehadiran Ibu Wabup, Pak Camat dan Pak Kades melihat kondisi kesehatan suami saya merupakan suatu perhatian bagi saya dan anak-anak. Sebab, Mas Fauzen merpakan tulang punggung keluarga,” ujarnya.
Dirinya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa yang telah peduli terhadap suaminya. “Terima kasih Bu Wabup, Pak Camat dan Pak Kades telah peduli terhadap penyakit suami saya,” ujar Nur Fatima, sambil menangis. Sekedar informasi, bantuan sementara yang diberikan Wabup Situbondo kepada Fauzen berupa paket Sembako, uang tunai dan perabotan untuk dapur. (her/sit)















