Jember
Pemkab Jember Raih Penghargaan Kategori Kabupaten Terbaik Optimalisasi Cakupan Kepesertaan BPJS

Memontum Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Kali ini, yaitu mampu meraih penghargaan terbaik kedua dalam kategori Pemerintah Daerah Kabupaten atau Kota Terbaik dalam Optimalisasi Cakupan Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Mewakili Bupati Jember, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember, Yuliana Harimurti, menerima langsung penghargaan dalam giat Apresiasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025, yang diselenggarakan di Hotel Vasa Surabaya, Kamis (10/07/2025) tadi. Kegiatan ini, diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI. Tujuan pelaksanaan ini, untuk melakukan refreshment penggunaan anggaran DBHCHT 2025, khususnya dalam mendukung perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja rentan.
Baca juga :
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi kepada daerah yang telah optimal dalam memberikan bantuan iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, melalui beberapa program inovatif Lindungi Pekerja Rentan dengan Cinta (Lingkaran Cinta). Program ini, telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 40.300 pekerja rentan. Termasuk, buruh tani tembakau melalui skema bantuan iuran dari DBHCHT. Manfaat yang diberikan, meliputi jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
Yuliana mengatakan, untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas program, Pemkab Jember dalam hal ini menyusun beberapa strategi. Diantaranya, memperpanjang periode perlindungan, memberikan manfaat pendidikan jangka panjang, serta memperluas jumlah penerima manfaat.
“Penghargaan ini menjadi semangat baru bagi Jember untuk terus memperkuat program-program perlindungan sosial ketenagakerjaan, sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yuliana. (kom/rio/gie)
















