Kabupaten Malang

Pemkab Malang Targetkan Stunting Turun di Angka 9 Persen

Diterbitkan

-

Bupati Malang, HM Sanusi. (ist)

Memontum Malang – Bupati Malang, HM Sanusi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak di Kabupaten Malang. Bahkan, dirinya menargetkan angkat stunting turun di angka 9 persen pada tahun 2025.

Sejumlah keterangan itu, diungkapkan Bupati Sanusi, saat ditemui di sela acara penyerahan corporate social responsibility (CSR) di bidang kesehatan di Kantor Desa Gondanglegi, Kabupaten Malang, Selasa (10/09/2024) tadi. “Ini bentuk kepedulian dari Indomaret CSR untuk membantu masyarakat, memberikan gizi kepada anak-anak dalam upaya pencegahan stunting,” kata Bupati Sanusi.

Dirinya juga menerangkan, bahwa sesuai data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kemenkes RI, angka stunting di Kabupaten Malang pada tahun 2024 masih di angka 18 persen. “Kalau menurut bulan timbang angka stunting Kabupaten Malang 6,2 persen. Tapi menurut aplikasi dari Kemenkes masih 18 persen. Namun angka ini dibawah provinsi,” ujarnya.

Baca juga :

Advertisement

Untuk mencapai angka 9 persen tersebut, tambahnya, sejumlah upaya dilakukan Pemkab Malang. Diantaranya, yaitu dengan menggandeng perusahaan untuk melakukan CSR di bidang kesehatan.

Selain dalam bidang kesehatan, Sanusi juga berharap CSR dari perusahaan lain dapat berupa bantuan pendidikan. Terlebih, dua program tersebut juga menjadi program nasional yang terus digencarkan. “Ini kepedulian perusahaan dan saya berharap nanti perusahaan yang lain bisa memberikan CSRnya ke segmen kesehatan dan juga pendidikan,” tambahnya.

Selain melalui program CSR dari perusahaan, Pemkab Malang juga memiliki program penurunan melalui bantuan makan bergizi melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malang.

Bahkan untuk mempercepat target tersebut, Pemkab Malang juga berencana untuk meningkatkan insentif bagi kader kesehatan yang berperan penting dalam program penanganan stunting. “Intensif awal Rp 600 ribu, kalau sekarang Rp 1 juta. Jika berhasil menurunkan 50 persen, dari 18 persen menjadi 9 persen, maka intensifnya akan naik 50 persen atau Rp 2 juta,” tambahnya. (blo/gie)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas