Kota Malang

Pemkot Malang Terus Sinergi dengan Perguruan Tinggi

Diterbitkan

-

Pemkot Malang Terus Sinergi dengan Perguruan Tinggi

Dalam forum itu, Sutiaji juga menegaskan jika pemerintah di kawasan Malang Raya meliputi Pemkot Malang, Pemkab Malang dan Pemkot Batu sudah satu suara untuk membangun bersinergi antar satu dengan lainnya. Pertemuan tiga Sekertaris Daerah sudah menjad titik awal bagaimana pembangunan di Malang Raya bisa sinergi dan nantinya dibutuhkan peran perguruan tinggi.

“Khusus Kota Malang nanti dengan ada banyaknya perguruan tinggi ada pembagian wilayah mana saja yang nanti harus ditangani oleh peguruan tinggi sehingga tidak ngumpul di salah satu wilayah saja, dan pembangunan bisa merata,” imbuh Sutiaji.

Berkaitan dengan program penghijauan yang disampaikan oleh APTISI dalam audiensi tersebut, Sutiaji menegaskan jika RTH Kota Malang masih harus terus ditambah sesuai dengan aturan perundang-undangan yang mewajibkan daerah memiliki 30 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) dari luas wilayah daerah. “RTH kita masih di kisaran 10 persen dan kita terus tingkatkan RTH sebagaimana amanat undang-undang. Dan disini butuh sumbangan pikiran dari perguruan tinggi,” tukasnya.

Bahkan, kedepan Sutiaji yang juga Wali Kota Malang terpilih Periode 2018 – 2023 berharap Kota Malang ini menjadi kota tematik. Dimana nanti ketika ada masyarakat masuk ke wilayah Kota Malang sudah mengetahui bahwa daerah itu sudah mewakili citra Kota Malang baik dari masyarakatnya maupun dari hal lainnya. “Perbedaan antara Pasuruan misalnya dan Malang bukan lagi ditentukan oleh Gapuro saja tapi harus ada citra Malangan atau tematik Malangan berpijak dengan kreatifitas dan budaya seperti halnya di Jogjakarta,” bebernya.

Advertisement

Hal lain yang tak kalah penting yang diungkapkan oleh Sutiaji adalah masalah kemacetan, dimana kawasan perguruan tinggi adalah salah satu daerah yang rawan macet. Karena itu butuh sinergitas dan kajian bersama untuk bagaimana menguragi kemacetan yang ada di Kota Malang. “Memang perlu banyak kajian dan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan dan perguruan tinggi berperan dalam hal ini,” kata Sutiaji.

Terakhir, Sutiaji juga berpesan kepada perguruan tinggi agar ribut antar mahasiswa bisa ditangani dengan berbagai upaya penanganan di internal kampus. Tujuannya, agar kota kondusif dan tidak berdampak kepada masyarakat sekitar. (hms/yan)

Laman: 1 2

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas