Blitar
Penanggulangan Gangguan Reproduksi Hewan di Blitar Berkurang

Memontum Blitar — Kondisi sapi saat ini masih sering dijumpai adanya kasus gangguan reproduksi dan berbagai macam kasus penyakit ternak, yang ditandai dengan rendahnya fertilitas dan produktivitas induk. Akibatnya berupa penurunan angka kebuntingan, sehingga mempengaruhi pertumbuhan populasi sapi.
Untuk meningkatkan populasi hewan ternak, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Peternakan dan Perikanan, melakukan berbagai upaya strategis untuk percepatan peningkatan populasi sapi, seperti melakukan program penanggulangan gangguan reproduksi hewan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Yudha Satya Wardana mengatakan, tahun 2018 ini pihaknya mendapat target 3 ribu ekor sapi ternak yang mengalami gangguan reproduksi atau tidak dapat dikawinkan, agar dapat diobati atau ditangani pemerintah secara gratis. Menurut Yudha, jumlah ini berkurang dari tahun sebelumnya, dimana targetnya mencapai 3 ribu 888 ekor sasaran.
“Target jumlah ini berkurang karena memang tahun lalu kita merasa cukup kesulitan merealisasikan penanganan seluruhnya. Sehingga dengan jumlah yang ada tahun ini, kita optimis bisa mencapai semua ternak yang menjadi target penanggulangan penyembuhan gangguan reproduksi”, kata Yudha, Rabu (21/03/2018).
Dari 3 ribu sasaran ini, lanjut Yudha, terletak di 15 desa. Sehingga akan lebih mudah dalam melakukan penanganan, karena jangkauannya tidak terlalu luas. Untuk saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan masing-masing pihak di lapangan untuk pemetaan penanganan gangguan reproduksi pada hewan ternak yang tidak dapat dikawinkan.
“Kita kini sedang berkoordinasi dengan tim yang ada di lapangan. Setelah semuanya siap, baru kita akan melakukan program ini. Kita berharap tidak ada kendala sehingga berjalan dengan lancar”, pungkas Yudha Satya Wardana. (jar/nay)













