Hukum & Kriminal
Peracik Bondet dan Mercon untuk Malam Takbiran Asal Probolinggo Dibekuk Polsek Tongas

Memontum Probolinggo – Bahaya dan dampak meracik mercon, tidak sepenuhnya membuat sebagian warga jera. Buktinya, menjelang Lebaran ini, seorang peracik yang berinisial ST (50) tahun warga Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kota Probolinggo, harus Lebaran di balik jeruji petugas kepolisian.
Gegaranya, selain kedapatan meracik mercon, ST juga diketahui sebagai pembuat bondet (bom ikan, red). Bahkan, diketahui dari hasil pemeriksaan, bahwa mercon yang diraciknya akan digunakan untuk malam takbiran.
“Yang menjadi permasalahan adalah, apabila mercon yang dibuatnya di atas 2 inch ini meledak. Pastinya, akan mengancam diri sendiri dan orang lain,” kata Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Wadi Sa’bani, Jumat (21/04/2023) tadi.
Baca juga :
- Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran
- DPRD Situbondo Rapat Paripurna Penandatanganan Berita Acara Persetujuan Empat Raperda
- Hari Pertama Sekolah di Bulan Ramadan, Siswa SMPN 6 Kota Malang Terima MBG Menu Kering untuk Berbuka
- Bupati Malang Dampingi Gubernur Jatim Tinjau Pasar Murah Pemprov Jatim di Taman Pelangi
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
Kapolres menambahkan, bahwa tersangka ST ditangkap Polsek Tongas, saat meracik mercon di rumahnya pada Rabu (12/04/2023) dini hari lalu. Selain berhasil menangkap tersangka, turut disita tiga bondet, satu botol bubuk mesiu, dua sumbu petasan serta 860 selongsong petasan dari kertas.
“Kasus bondet ini merupakan kasus yang menjadi atensi jajaran Polres Probolinggo Kota. Karena, banyak tindak kejahatan dengan aksi kekerasan yang menggunakan bondet, untuk memperlancar aksinya,” terang Kapolres Probolinggo Kota.
Ditambahkannya, bahwa sebanyak 860 selongsong petasan dari kertas itu, diniatkan untuk digunakan di malam takbiran. Artinya, ini membahayakan dan terkait penangkapan masih terus dalam pemeriksaan anggota.
“Petasan dan bondet yang dibuat oleh ST, itu juga dijual. Karenanya, ini masih terus dikembangkan,” imbuhnya. (hms/sit)
















