Kabupaten Malang
Perbaikan Insfratruktur Sangat Berpengaruh Pada Penurunan Angka Kemiskinan Kabupaten Malang

Memontum Malang – Perbaikan Inrastrukstur sangat berpengaruh pada penurunan angka kemiskinan. Seperti itulah yang disampaikan Bupati Malang Dr.H. Rendra Kresna usai mengikuti Upacara Pengibaran Bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 73 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (17/8/2018)kemaren lalu. Menurutnya, pembangunan infrastruktur, sangat berpengaruh pada strategi pembangunan Kabupaten Malang.
“Saat ini strategi pembangunan Kabupaten Malang mengacu pada tiga hal yakni pengentasan kemiskinan, optimalisasi potensi wisata, dan kelestarian lingkungan hidup. Ketiganya saling berhubungan dan sangat perlu didukng oleh pembangunan infrastruktur,” ujarnya. Dalam pembangunan infrastruktur, menurut Rendra seperti juga yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, bahwa pembangunan harus dimulai dari desa.
“Prestasi yang sudah ada harus bisa dijadikan sebagai pemacu dan pemicu semangat daerah, bahwa pembangunan harus dimulai dari desa. Maka dari itu masyarakat harus punya komitmen untuk bekerja keras dengan etos kerja yang tinggi, yang nantinya akan menghasilkan prestasi dan keberhasilan,” ujarnya Tambah dia,prestasi juga dapat dijadikan sebagai tolak ukur terkait langkah yang akan dilakukan selanjutnya.
“Prestasi juga bisa dijadikan sebagai tolak ukur tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya. Dan satu hal yang tak kalah penting, bahwa prestasi tidak akan diraih tanpa kerja keras,” jelas Rendra. Menurutnya ketiga strategi pembangunan Kabupaten Malang sangat berhubungan.
“Ketiganya sangat saling berhubungan, salah satunya pengentasan kemiskinan. Dalam upaya pengentasan kemiskinan kita perlu memperkuat infrastruktur pedesaan yang saat ini sedang ditumbuhkembangkan,” ujarnya.
Penguatan infrastruktur tidak hanya dari segi industri, tali harus juga bisa melihat potensi wisata yang ada di setiap desa.
“Dengan penguatan infrastruktur, maka akses ekonomi akan semakin terjangkau oleh masyarakat di daerah. Tentunya tidak hanya dari indsustri saja, tapi juga pada sektor wisata. Di Kabupaten Malang sudah banyak desa yang telah menjadi desa wisata,” jelas Rendra.
Ia melanjutkan, “Munculnya desa wisata di Kabupaten Malang tidak lepas dari penguatan infrastruktur di pedesaan yang memudahkan akses ekonomi untuk masyarakat. Dengan desa wisata, akhirnya juga muncul ekonomi kreatif. Seperti penjual handycraft, oleh-oleh dan lain sebagainya. Dengan ekonomi kreatif maka angka kemiskinan juga bisa turun. Tentunya hal itu semua juga agar tetap memperhatikan kelaetarian lingkungan di setiap daerah,”pungkasnya. (Sur/yan)
















