SEKITAR KITA
Perhutani Bondowoso Rangkul Disparpora Gelar Sosialisasi Ijen Geopark

Memontum Situbondo – Administratur KPH Bondowoso, Andi Adrian Hidayat, membuka acara sosialisasi Ijen Geopark bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah raga (Disparpora) Kabupaten Bondowoso, Jumat (25/02/2022). Kegiatan itu, digelar di Aula Silva Perum Perhutani Bondowoso.
Tampak hadir dalam acara tersebut, diantaranya Ketua Pengurus Harian Ijen Goepark Bondowoso, Ahmad Sofyan ST bersama rombongan, jajaran manajemen Kantor Perhutani Bondowoso berikut perwakilan Asper dan KRPH yang secara langsung berkaitan dengan pengelolaan Ijen Geopark.
Ketua Pengurus Harian Ijen Goepark Bondowoso, saat dikonfirmasi pasca sosialisasi menjelaskan bahwa kawasan destinasi dan situs yang ada di Ijen Geopark Bondowoso, hampir seluruhnya berada pada kawasan yang menjadi kewenangan Perum Perhutani. Maka, untuk percepatan pengembangan ke depan, pihaknya akan bersinergi dan berkolaborasi dengan Perhutani.
Baca juga:
- Gubernur Jatim Tinjau Gelaran Pasar Murah di Banyuwangi
- Bupati Malang Terima Kunjungan Kapolresta Malang di Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13
- Anggota Satgas TMMD Kediri Beri Materi Wawasan Kebangsaan untuk Siswa MI Al-Munir
- Gubernur Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp 5,26 Miliar untuk Masyarakat Banyuwangi
- PBB 2026 Kota Malang Resmi Dibuka, Tak Ada Kenaikan dan Pembayaran Kian Praktis
“Disisi lain, sesuai rancangan terbaru, pihak Perhutani kami masukkan dalam tim tehnis Ijen Geopark Bondowoso,” ujarnya.
Lebih lanjut Ahmad Sofyan menjelaskan, sosialisasi yang digelar bertujuan untuk menyamakan persepsi dengan Perhutani, dalam rangka persiapan penilaian untuk mendapatkan sertifikasi dari badan dunia bidang pendidikan yakni UNESCO.
Ditempat yang sama, Adminstratur Perhutani Bondowoso, Andi Adrian Hidayat, menyambut baik atas terselenggaranya sosialisasi Ijen Geopark. Hal ini sangat penting, untuk diketahui bersama dengan seluruh jajaran dan pemangku wilayah, agar dapat memadu serasikan persepsi dalam rangka pengelolaan dan percepatan pengembangannya.
“Ke depan kami dan seluruh jajaran Perhutani siap mendukung sepenuhnya Ijen Geopark, sejauh tidak bersimpangan dengan peraturan dan sistim pengelolaan yang sudah ada dan sedang berjalan saat ini,” tegasnya.
Administratur pun berpesan, agar seluruh pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan dalam rangka Ijen Geopark, minimal harus mencakup tiga unsur. Yaitu konservasi, edukasi dan geowisata dan satu lagi yang tak kalah penting juga harus melibatkan LMDH serta masyarakat sekitar.
Untuk itu, Andi Adrian berharap, agar sosialisasi semacam ini dapat ditindak lanjuti ke jajaran formopimca sampai pada lapisan masyarakat. Karena, dengan dukungan penuh dari lapisan masyarakat dan seluruh unsur terkait, Ijen ageopark Bondowoso, akan berkembang dan melesat dengan cepat. (her/sit)
















