Pasuruan
Pj Bupati Pasuruan Dorong Petani Peningkatan Mutu Hasil Panen dan Pengemasan Agenda Festival

Memontum Pasuruan – Sebagai sentra durian unggulan terbesar di Kabupaten Pasuruan, Kecamatan Lumbang memiliki daya tarik tersendiri. Hal itu, seperti yang ditunjukan oleh Pemerintah Desa Kronto beserta petani durian dan warga, yang sukses menggelar Tumpengan Durian, Selasa (28/01/2025) tadi.
Hajat tahunan yang merupakan rangkaian agenda Selamatan Desa tersebut, dibuka oleh Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis. Ditandai dengan pemukulan gong didampingi oleh Sekretaris Daerah, Yudha Triwidya Sasongko, Camat Lumbang, Bambang Suhartono dan Kepala Desa Kronto, Sodin, sebagai pertanda dimulainya pesta rakyat masyarakat Desa Kronto.
Pj Bupati Nurkholis dalam sambutannya meminta kepada para petani durian agar terus meningkatkan mutu hasil panennya. Terlebih Kecamatan Lumbang menjadi sentra penghasil durian terbesar di Kabupaten Pasuruan.
“Di Indonesia, penghasil durian terbesar adalah Jawa Timur. Kabupaten Pasuruan nomor dua di Jawa Timur dengan 1.861.054 pohon durian yang dibudidayakan. Dari sekian itu, 58 persennya ada di Kecamatan Lumbang. Jadi, jaga mutu, jaga kepercayaan durian khususnya di Kecamatan Lumbang sehingga kualitasnya tetap terjaga,” katanya.
Ditambahkannya, Tumpengan Durian sangat potensial dijadikan sebagai agenda tetap setiap tahunnya. Tentunya dengan konsep acara yang dikemas lebih menarik dan meriah lagi di perhelatan ke depannya. Oleh karenanya dibutuhkan kreativitas dari panitia penyelenggara agar mampu menyajikan media promosi potensi beragam jenis durian lokal berkualitas dengan segala keunggulan dan keunikannya.
“Event seperti ini harus jelas kapan waktu pelaksanaannya sehingga masyarakat bisa jauh-jauh hari sudah mengira-ngira kapan pelaksanaannya. Nanti bisa dibuat sebagai agenda tetap. Kalau bisa nanti kerjasama dengan Pemkab Pasuruan,” ungkapnya.
Disampaikan di hadapan warga Desa Kronto dan para tamu undangan, Nurkholis tak lupa menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Tumpengan Durian. Sembari menitipkan pesannya agar acara yang berhasil menyedot animo khalayak luas tersebut dapat terus dilestarikan.
Baca juga :
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasuruan, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah turut berpartisipasi secara aktif pada kegiatan ini. Semoga sinergi antara pemerintah daerah dengan masyarakat tetap harmonis dan membawa kemaslahatan bagi kita semuanya,” harapnya.
Senada dengan yang disampaikan oleh Pj Bupati Nurkholis, Wakil Bupati Pasuruan terpilih, Shobih Asrori atau yang familiar disapa Gus Shobih mengapresiasi kekompakan dan keguyuban warga Desa Kronto yang dapat kembali menyelenggarakan Tumpengan Durian dengan meriah dan sukses. “Maturnuwun partisipasi dan dukungan panjenengan semuanya atas terlaksananya Festival Durian sehingga acara hari ini berjalan lancar,” ujarnya.
Dalam momen itu, ribuan masyarakat tumpah ruah memadati sepanjang jalan Desa Kronto. Bahkan banyak diantaranya datang dari luar kota, khusus melihat keseruan Tumpengan Durian. Seperti salah satu pengunjung yang berasal dari Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto juga dari kabupaten atau kota lainnya.
Cukup jauhnya lokasi kantong parkir kendaraan dan kondisi jalan yang menanjak khas pegunungan, ternyata tidak menyurutkan animo warga untuk berjalan berbondong-bondong menuju lokasi acara. Meski demikian, hal itu setimpal dengan keseruan sensasi wisata belanja durian lokal berkualitas yang banyak dijajakan di sepanjang ruas jalan. Ada Durian si Kasmin, si Laron, si Mrico, Musang King dan bermacam varietas lainnya. Soal rasa, jangan ditanya. Manis dan legit pastinya.
Selain berburu oleh-oleh Durian, pengunjung dapat melihat sesi rebutan gunungan durian yang disusun sedemikian rupa di atas ancak setinggi 9 meter. Konon, Tumpengan Durian tersebut khusus dibuat sebagai ungkapan rasa syukur warga sekitar atas panen durian di Desa Kronto.
Sementara itu, untuk meningkatkan komoditas durian, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian intens melakukan beberapa program kegiatan secara kontinyu. Seperti memfasilitasi gelaran Festival Durian untuk mencari durian unggul lokal. Selanjutnya didaftarkan ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI) untuk mendapatkan tanda daftar varietas. Berikut, memfasilitasi ekspos durian unggul lokal di tingkat lokal, regional dan nasional.
Selain itu juga diberikan bantuan bibit unggul bersertifikat, baik melalui APBN, APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten. Hal itu dibarengi dengan melakukan bimbingan teknis pengendalian hama terpadu dan teknis pembuatan pupuk organik dari kulit durian. Ada juga penyuluhan pentingnya sanitasi kebun durian dalam rangka pencegahan hama dan penyakit. (pro/pas/gie)













